31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Ekonomi Jateng Makin Melambat

SEMARANG – Pertumbuhan ekonomi Jateng selama 2016 lalu mencatat perlambatan jika dibanding tahun sebelumnya. Yaitu dari 5,47 persen pada tahun 2015 menjadi 5,28 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono mengatakan, perekonomian Jateng tahun 2016 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 1.092.030 miliar.

Pertumbuhan ekonomi terjadi pada seluruh lapangan usaha. Pertambangan dan penggalian merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 18,73 persen.  Jasa perusahaan menyusul di peringkat berikutnya sebesar 10,62 persen serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,86 persen.

Adapun suktur perekonomian Jateng, berdasarkan lapangan usaha tahun 2016 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu industri pengolahan (34,82 persen), pertanian, kehutanan dan perikanan (15,05 persen) dan perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil – sepeda motor (13,39 persen). “Perekonomian di Jateng tergantung dari industri pengolahan karena memberikan kontribusi terbesar. Bagaimana pergerakan industri pengolahan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” paparnya.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi tahun 2016 didukung oleh hampir seluruh komponen kecuali komponen pengeluaran pemerintah. Sektor ini mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,71 persen. “Kementerian melakukan penghematan anggaran sehingga berdampak pada perekonomian melambat. Konsumsi belanja pemerintah lebih rendah namun konsumsi rumah tangga stabil. Artinya, daya beli masyarakat masih terkendali,” jelasnya.

Meski laju pertumbuhan melambat, lanjutnya, performa Jateng terhitung masih bagus karena berada di atas angka nasional yang sebesar 5,02 persen. “Saya melihat tidak banyak provinsi yang mencapai angka ini. Jadi Jateng tergolong masih bagus,” ujarnya. (dna/smu)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here