33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Joko Umboro Jati Diperiksa 6 Jam

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Mantan Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang, Joko Umboro Jati, akhirnya diperiksa penyidik Unit Tipikor Polrestabes Semarang. Pelaksanaan penyidikan terkesan ditutup-tutupi sehingga lolos dari penciuman para wartawan. Bahkan, meski sudah diperiksa Kamis (2/2) lalu, namun baru diketahui wartawan Minggu (5/2) kemarin.

”Ya, (Joko Umboro Jati) sudah diperiksa oleh penyidik,” ujar singkat Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kasubnit Tipikor Polrestabes Semarang, Aiptu Arief Setiawan, menjelaskan, Joko Umboro hadir menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Semarang pada Kamis (2/2) lalu.

”Kamis lalu sudah diperiksa, mulai pukul 11.00 sampai pukul 17.00 atau sekitar 6 jam. Kurang lebih ada 50 pertanyaan dari penyidik. Menurut pengakuan dia (Joko) bilangnya pengoperasian itu sudah sesuai prosedur,” jelasnya.

Arief  mengatakan, Joko Umboro dimintai keterangan terkait pengoperasian delapan bus BRT yang diduga tidak sesuai ketentuan. Sebab, kasus ini muncul saat Kepala BLU Trans Semarang masih dijabat oleh yang bersangkutan.

”Dia dipanggil sebagai saksi. (saat itu) dia menjabat sebagai Kepala BLU dan BPKOM,” katanya.

Setelah melakukan pemanggilan para pejabat utama, Arief mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan sebagai saksi ahli. Menurutnya, langkah ini untuk mengetahui prosedur, termasuk besaran nilai subsidi terhadap pengoperasian delapan unit BRT yang diduga tidak sesuai ketentuan.

”Koordinasi ini untuk pemeriksaan di Kementerian Perhubungan. Di situ sebagai ahli yang maksudnya menerangkan, kalau mobil pemerintah harusnya membayarnya berapa, subsidinya bagaimana, kalau mobil punyanya swasta subsidinya berapa. Terkait izinnya juga, karena tidak sesuai ketentuan,” bebernya.

Selain berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, penyidik Polrestabes Semarang juga akan berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini dilakukan untuk mengetahui jumlah kerugian negara akibat dugaan kasus tindak pidana korupsi tersebut. ”Nantinya kita juga ke auditor BPK, termasuk juga penyitaan barang bukti,” ujarnya.

Menanggapi terkait jumlah saksi yang telah diperiksa oleh penyidik, Arief mengakui jumlah saksi yang diperiksa terus bertambah. Menurutnya, pihaknya akan terus mengumpulkan saksi-saksi dan alat bukti kuat guna mengungkap aktor tindak kejahatan ini. ”Saksi ada sekitar 10 orang, bertambah terus,” katanya. (mha/aro/ce1)

Berita sebelumyaMC, Menyanyi dan Dokter Gigi
Berita berikutnyaAjak Jaga Lingkungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rela Begadang Demi Menulis Cerpen

RADARSEMARANG.COM - SETIAP orang tua menghendaki yang terbaik bagi anaknya. Termasuk dalam mendidik anaknya. Tak heran bila para orang tua menerapkan peraturan dan kedisiplinan...

Bangun Semangat, agar Lulusan SMK Bisa Kuliah

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Lulusan SMK didorong tak hanya berorientasi kerja, tapi juga melanjutkan kuliah dari hasil kerja. Karena itu, perlu dibangun semangat belajar untuk...

Sudah Jadi Bagian Hidup

DATANG Ke Stadion dan mendukung tim kesayangan diakui Poppy Susanti sudah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Apalagi ketika tim kesayangannya PSIS Semarang berlaga...

Penjualan Motor Bekas Meningkat

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Momen tahun pelajaran baru menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha jual beli motor bekas. Permintaan kendaraan roda dua meningkat khususnya untuk sepeda...

Amati Media secara Detail, Gunakan Analisa Intelijen

RADARSEMARANG.COM - Achyani adalah salah satu sosok di balik layar dalam mengawal kepemimpinan Wali Kota Semarang. Perannya tidak begitu terlihat di mata publik. Tetapi...

Phapros Kucurkan Rp 905 Juta Dana Kemitraan

SEMARANG – PT Phapros, Tbk hingga triwulan I lalu telah mengucurkan Rp 905 juta untuk dana kemitraan. Penyaluran dana ini sebagai salah satu bentuk...