31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Dewan Inisiatif Raperda Keolahragaan

SEMARANG – DPRD Kota Semarang mendorong agar tiap kecamatan memiliki pusat keolahragaan atau sport center. Langkah ini dilakukan agar pembinaan olahraga baik olahraga prestasi maupun rekreatif bisa berkembang. Tidak hanya itu saja, diharapkan juga akan terbentuk lembaga semacam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di tiap kecamatan.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, SSos usai sosialisasi Raperda Keolahragaan di balai Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang. ”Raperda Keolahragaan ini merupakan inisiatif DPRD Kota Semarang untuk mengembangkan olahraga di tengah masyarakat,” ujar Supryadi.

Dia menjelaskan dalam raperda keolahragaan itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah sarana dan prasarana olahraga. Menurutnya, dengan adanya perda tersebut pemkot diwajibkan membangun sport center atau pusat kegiatan olahraga di tiap kecamatan. ”Semarang ada 16 kecamatan, diharapkan hingga tahun 2021, semua kecamatan sudah memiliki sport center,” katanya. Pembangunan sport center ini memang harus dilakukan secara bertahap mengingatkan anggaran yang dibutuhkan cukup besar.

Namun sesuai dengan RPJMD 2016-2021, diharapkan bisa terealisasi di 16 kecamatan pada 2021 mendatang. Mengenai target penyelesaian raperda ini Supriyadi menegaskan pada 2017 sudah bisa selesai sehingga pada 2018 sudah bisa dimulai pembangunan sport center.

Dengan adanya sport center ini maka pembinaan olahraga di Kota Semarang akan semakin baik. Sarana dan prasarana yang selama ini menjadi kendala bisa teratasi. ”Dengan pembinaan yang semakin baik diharapkan bisa melahirkan atlet yang berprestasi baik skala nasional maupun internasional,” tandas politisi PDI Perjuangan ini.

Tidak hanya untuk pembinaan atlet berprestasi sport center ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berolahraga. Hingga saat ini beberapa kecamatan belum memiliki sarana olahraga yang memadai. Kalaupun ada hanya sebatas lapangan bola atau gedung balai kelurahan yang dimanfaatkan untuk berolahraga. ”Dengan sport center ini maka kegiatan olahraga baik olahraga prestasi maupun rekreatif bisa dilaksanakan oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu Ketua BPP DPRD Kota Semarang Suharsono menambahkan, raperda keolahrgaan ini memang sangat penting dalam upaya pembinaan olahraga. ”Pembinaan olahraga itu menjadi tanggung jawab pemerintah, dengan adanya perda ini diharapkan pembinaan olahraga bisa semakin baik, sehingga akan lahir atlet berprestasi dari Kota Semarang,” katanya. (zal/smu/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here