31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Joko Umboro Jati Diperiksa 6 Jam

SEMARANG – Mantan Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang, Joko Umboro Jati, akhirnya diperiksa penyidik Unit Tipikor Polrestabes Semarang. Pelaksanaan penyidikan terkesan ditutup-tutupi sehingga lolos dari penciuman para wartawan. Bahkan, meski sudah diperiksa Kamis (2/2) lalu, namun baru diketahui wartawan Minggu (5/2) kemarin.

”Ya, (Joko Umboro Jati) sudah diperiksa oleh penyidik,” ujar singkat Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kasubnit Tipikor Polrestabes Semarang, Aiptu Arief Setiawan, menjelaskan, Joko Umboro hadir menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Semarang pada Kamis (2/2) lalu.

”Kamis lalu sudah diperiksa, mulai pukul 11.00 sampai pukul 17.00 atau sekitar 6 jam. Kurang lebih ada 50 pertanyaan dari penyidik. Menurut pengakuan dia (Joko) bilangnya pengoperasian itu sudah sesuai prosedur,” jelasnya.

Arief  mengatakan, Joko Umboro dimintai keterangan terkait pengoperasian delapan bus BRT yang diduga tidak sesuai ketentuan. Sebab, kasus ini muncul saat Kepala BLU Trans Semarang masih dijabat oleh yang bersangkutan.

”Dia dipanggil sebagai saksi. (saat itu) dia menjabat sebagai Kepala BLU dan BPKOM,” katanya.

Setelah melakukan pemanggilan para pejabat utama, Arief mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan sebagai saksi ahli. Menurutnya, langkah ini untuk mengetahui prosedur, termasuk besaran nilai subsidi terhadap pengoperasian delapan unit BRT yang diduga tidak sesuai ketentuan.

”Koordinasi ini untuk pemeriksaan di Kementerian Perhubungan. Di situ sebagai ahli yang maksudnya menerangkan, kalau mobil pemerintah harusnya membayarnya berapa, subsidinya bagaimana, kalau mobil punyanya swasta subsidinya berapa. Terkait izinnya juga, karena tidak sesuai ketentuan,” bebernya.

Selain berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, penyidik Polrestabes Semarang juga akan berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini dilakukan untuk mengetahui jumlah kerugian negara akibat dugaan kasus tindak pidana korupsi tersebut. ”Nantinya kita juga ke auditor BPK, termasuk juga penyitaan barang bukti,” ujarnya.

Menanggapi terkait jumlah saksi yang telah diperiksa oleh penyidik, Arief mengakui jumlah saksi yang diperiksa terus bertambah. Menurutnya, pihaknya akan terus mengumpulkan saksi-saksi dan alat bukti kuat guna mengungkap aktor tindak kejahatan ini. ”Saksi ada sekitar 10 orang, bertambah terus,” katanya. (mha/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here