31 C
Semarang
Jumat, 7 Mei 2021

Apel Siaga, Rudi Bacakan Dedication of Life Soekarno

SALATIGAKehadiran sosok Agus Rudianto dalam acara Apel Siaga bertemakan ’Setia Megawati, Setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)’ menjadi daya tarik tersendiri. Antusiasme atas kehadirannya tidak hanya ditunjukkan dalam teriakan, tetapi juga suasana hening dan khidmat saat calon Wali Kota Salatiga nomor urut satu itu berdiri berdekatan dengan pasukan pembawa bendera dengan didampingi langsung oleh calon Wakil Wali Kota Salatiga, Dance Ishak Palit. Rudi lantas didaulat membacakan Dedication of Life yang ditulis mantan Presiden Soekarno pada 10 September 1966 silam.

Berikut adalah teks Dedication of Life yang dibacakan mantan Plt Wali Kota Salatiga dalam acara yang berlangsung di Lapangan Klumpit, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Minggu (5/2) kemarin.

Saja adalah manusia biasa. Saja tidak sempurna.  Sebagai manusia biasa saja tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hanja kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada bangsa. Itulah dedication of life-ku. Djiwa pengabdian inilah jang mendjadi falsafah hidupku, dan menghikmati serta mendjadi bekal-hidup dalam seluruh gerak hidupku.

Tanpa djiwa pengabdian ini saja bukan apa-apa. Akan tetapi dengan djiwa pengabdian ini, saja merasakan hidupku bahagia dan manfaat. Soekarno, 10 September 1966”.

Acara tersebut dihadiri seribu lebih kader PDIP dari empat kecamatan. Dimulai pukul 10.00 hingga 10.33 dengan komandan upacara pensiunan anggota TNI, Sudirman. Sedangkan inspektur upacara Ketua DPC PDIP Kota Salatiga, M. Teddy Sulistio. Acara tersebut diakhiri dengan pertunjukan drumblek dari Squan dan Rekat Salatiga, sembari mengitari replika patung banteng bertuliskan ’Banteng Tirtoguno’.

Dalam amanatnya, Teddy Sulistio menyampaikan, mencermati kondisi yang mengemuka di media massa saat ini, membuat partainya perlu bergegas kembali, menyiapkan barisan dan mengonsolidasikan kekuatan partai untuk turut memikul beban guna menjaga ideologi Pancasila di bawah komando Megawati Soekarnoputri.

Ketua DPRD Kota Salatiga ini juga mengutip pidato Megawati pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) partainya ke-44 yang menyampaikan kalau partainya sudah menyatakan diri tidak hanya sebagai rumah kaum nasionalis, melainkan juga sebagai rumah bagi Indonesia Raya. Mega juga sudah menginstruksikan agar tidak ada lagi keraguan, apalagi rasa takut untuk membuka diri dan menjadikan kantor-kantor partai sebagai rumah rakyat.

”Karena itu, menyambut perintah Ketua Umum (Megawati, Red) kita harus siap melaksanakan apel siaga ini, yang menunjukkan kesiapsiagaan sebagai kader PDIP yang siap bergerak, apabila ada perintah ketua umum,” kata Teddy penuh semangat.

Teddy juga mengajak seluruh kadernya untuk bergotong royong bersama seluruh rakyat untuk mempertahankan NKRI, yang dilakukan dengan semangat banteng sejati, sehingga disiapkan acara tersebut.

Usai acara, Teddy menjelaskan, kalau Indonesia lahir karena kebinekaan, namun tunggal ika, sehingga acara tersebut sebagai bentuk sumpah darah partainya untuk negara dan Megawati yang dilakukan serempak di 35 kabupaten dan kota di Jateng.

”Acara ini digelar yang utama adalah untuk urusan republik ini. Ini saatnya kaum nasionalis berkumpul untuk menjaga NKRI. Kalau terkait pilkada terlalu kecil, yang jelas di Kota Salatiga rakyatnya sudah teruji, anak Salatiga punya filter sendiri dan mampu menjaga kebinekaan tetap tunggal ika,” kata Teddy. (jks/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here