33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Hari Ini, PDIP Gelar Apel Siaga

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar apel siaga serentak di 35 kabupaten/kota di Jateng, Minggu (4/2) pukul 10.00 hari ini. Apel siaga bertema ‘Setia Megawati, Setia NKRI’ ini diikuti seluruh anggota PDIP dari tingkat DPC, PAC, hingga ranting.

Bendahara DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng, menjelaskan, apel ini digelar untuk menunjukkan bahwa PDIP masih berdiri untuk menjaga Pancasila. Artinya, partai berlogo banteng moncong putih ini memegang teguh kebhinnekaan, entah dalam kehidupan masyarakat sehari-hari atau proses politik.

Dia merasa, masih ada beberapa keputusan politik yang mendeskreditkan berdasarkan urusan ras. Seperti ada yang merasa janggal ada calon pemimpin dari ras Tionghoa. “Fenomena ini yang menjadi kekhawatiran kami,” tegasnya, Sabtu (4/2).

Menurutnya, konsep Bhinneka Tunggal Ika yang diusung mantan Presiden RI, Soekarno, tidak membedakan golongan atau ras. Bahkan, dulu ketika mempersiapkan kemerdekaan, nyaris semua kalangan ada di sana. Entah dari kalangan Tionghoa, pribumi, hingga tokoh-tokoh dari berbagai agama. “Bahkan saat itu mereka sepakat, jika presidennya orang Jawa, wakilnya harus dari luar Jawa,” bebernya.

Teladan itulah, lanjutnya, yang patut diperjuangkan. Meski Agustin mengakui tugas tersebut sangat berat, pihaknya tetap berupaya membawa partai berdiri di garda kebhinnekaan. “Apalagi belakangan, banyak yang menuding PDIP dipenuhi orang-orang PKI (Partai Kominis Indonesia). Mungkin yang bilang seperti itu, orang-orang syirik saja. Kami ini partai nasional berbasis Pancasila, bukan komunis,” tegasnya.

Dijelaskan, apel siaga ini awalnya dipusatkan di Jakarta. Tapi karena berbagai pertimbangan, akhirnya dibatalkan dan menggelarnya di masing-masing kabupaten/kota.

Wakil Sekretaris DPD PDIP Jateng, Ahmad Ridwan menambahkan, apel ini akan diikuti sekitar 94 ribu anggota PDIP dan sayap partai. Paling banyak, ada di daerah Wonogiri dan Banyumas. “Masing-masing sekitar 12 ribu orang,” ucapnya.

Sementara Kota Semarang, akan dihadiri sekitar 5 ribu orang. Dijelaskan, sebenarnya yang terdaftar ada 3 ribu orang saja. “Tapi update terakhir, melonjak jadi 5 ribu orang. Apel siaganya di Lapangan Kantor Kecamatan Tengah,” tegasnya.

Ridwan menambahkan, karena apel ini melibatkan ribuan massa, ada surat edaran yang meminta agar setiap daerah menjaga kondusivitas dan melaksanakan apel sesuai aturan yang berlaku. Meminta izin ke pihak kepolisian, misalnya. Khusus untuk daerah yang akan menggelar Pilkada, wajib lapor ke Panwas. “Memang apel ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada. Tapi karena mengusung calon, lebih baik lapor ke Panwas,” paparnya.

Apel siaga ini, tidak digelar terlalu lama. Hanya sekitar 30 menit dari inspektur masuk lapangan upacara, hingga doa. Hanya saja, ada beberapa daerah yang meneruskan dengan lomba-lomba kreatif. Seperti lomba senam ibu-ibu di Kota Semarang, lomba paduan suara di Kabupaten Boyolali, dan sebagainya.

“Lombanya terserah cabang saja. Ada yang lomba barisan terbaik, pakaian terunik, pokoknya untuk menyemangati peserta apel,” katanya. (amh/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Temukan Makam Raden Kanduran di Komplek PT KLI

KENDAL—Dinas Pariwisata Kendal menemukan situs makam yang diyakini merupakan makam tokoh besar kerajaan Demak sekaligus penyebar agama Islam di Kendal. Tokoh tersebut yakni Raden...

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Perkebunan

Direktur Utama (Dirut) PT. Tambi, Agus Wibowo, memiliki banyak inovasi selama mengelola perusahaan plat merah tersebut. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Wonosobo yang...

Operasi Candi

RADARSEMARANG.COM - Anggota Satlantas Polres Magelang Kota memeriksa sepeda motor, Rabu (7/3) kemarin di ruas Jalan Canguk Magelang Utara. Selama 2 hari Operasi Keselamatan...

DPD REI Jateng Bentuk Koperasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Jateng membentuk koperasi sebagai upaya memenuhi kebutuhan para anggota, khususnya untuk pemenuhan material...

Bupati Pastikan Desember Tuntas

KAJEN- Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memastikan perbaikan infrastruktur menuju bojek wisata alam Petungkriyono, selesai bulan Desember 2017. Sebelumnya akses menuju Petungkriyono dikeluhkan para pengunjung....

Ganjar-Yasin Dengarkan Wejangan Gus Mus

RADARSEMARANG.COM, REMBANG – Cagub Ganjar Pranowo memilih Kabupaten Rembang sebagai tempat blusukan di hari kedua kampanye, Jumat (16/2). Di wilayah Pantura ini, Ganjar srawung...