33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Dorong Semarang Jadi Kota Humanis

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

THERESIA Tarigan mendambakan Semarang menjadi kota yang humanis, menjadi kota yang memiliki konsep transportasi berkelanjutan. Sehingga semua pergerakan warga, lebih banyak menggunakan moda transportasi yang dapat mengurangi kemacetan, kecelakaan, dan polusi udara.

”Ya tentunya, masyarakat lebih banyak menggunakan angkutan umum, seperti bus. Atau menggunakan sepeda maupun jalan kaki,” ujar There kepada Jawa Pos Radar Semarang usai mengampanyekan penggunaan Bus Rapid Transit (BRT) bagi warga Kota Semarang bersama komunitas Sahabat Trans yang digagasnya.

Untuk mewujudkan harapannya tersebut, There selalu aktif mensosialisasilan tentang manfaat menggunakan angkutan umum, berjalan kaki, dan bersepeda kepada warga Semarang. Dengan menggunakan transportasi umum, kata dia,  warga juga dimungkinkan dapat berinteraksi satu sama lain. Lain halnya jika mobilisasi dilakukan dengan menggunakan transportasi pribadi.

Ia juga selalu memberikan wawasan tentang transportasi dari wilayah atau negara lain untuk membuka wawasan orang yang diajak berinteraksi di Semarang. ”Sehingga kita paham dan mengetahui. Proses awalnya di titik informasi, nantinya mengarah pada perencanaan, kemudian penyediaannya. Dengan memiliki pemahaman yang matang akan mengubah perilaku seseorang,” ujarnya.

TAK LELAH BERJUANG : Theresia Tarigan bersama anggota Komunitas Sahabat Trans Semarang mendorong pemerintah menyediakan transportasi umum yang memadai dan mengajak masyarakat menggunakan transportasi umum.
TAK LELAH BERJUANG : Theresia Tarigan bersama anggota Komunitas Sahabat Trans Semarang mendorong pemerintah menyediakan transportasi umum yang memadai dan mengajak masyarakat menggunakan transportasi umum.

Baginya, transportasi umum sangat penting untuk diperhatikan. Ia merasa terpanggil untuk terlibat melakukan pembangunan trasnportasi di dalamnya. Apalagi, proses pembangunan, harus ada peran serta dari masyraakat. Terlebih, ia telah menempuh pendidikan pada bidang yang sejalan.

”Saya merasa terpanggil untuk berkontribusi. Kalau saya tidak bisa membuka lapangan pekerjaan seperti pengusaha-pengusaha besar, paling tidak, saya bisa mengajak masyarakat lebih peduli dengan kota,” kata dia.

Dirinya sangat senang, ketika apa yang ia sampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Namun, tak jarang ia harus sekuat tenaga menahan emosi ketika menghadapi orang-orang yang menganggap bahwa yang disampaikannya berlebihan. Meski demikian, ia tetap yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika ia terus mengupayakannya.

”Sukanya menghadapi masyarakat dengan background yang berbeda-beda. Tapi dukanya itu, kadang ide kita dianggap aneh. Tapi menghadapi banyak orang menjadikan kita semakin lentur dalam memberikan reaksi,” ujarnya.

There menyadari bahwa menyampaikan sesuatu pasti ada risiko yaitu orang tidak suka dengan dirinya. Tapi hal ini tetap dilakukan, karena apa yang dilakukan jauh lebih bermanfaat daripada hanya berpura-pura diam. ”Menyampaikan apa adanya daripada menutup-nutupi,” ujar perempuan yang juga hobi berkuda dan berenang ini. (sga/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hoax Ratusan Bayi Pengungsi Palu dan Donggala Minta Adopsi

JawaPos.com - Kabar berita bohong atau hoax yang beredar pascagempa disertai tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), masih saja bermunculan. Kali ini,...

Segera Bangun RS Tipe D di Sukorejo

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Keinginan masyarakat Sukorejo, Patean dan Plantungan, Kendal untuk memiliki rumah sakit segera terpenuhi. Sebab,  Pemkab Kendal akan segera merealisasikan pembangunan rumah sakit tipe...

Jangan Bosan Menjadi Peserta Lomba

KENDAL – Aktif mengikuti lomba  baik akademik maupun non akademik dapat memicu semangat para murid termasuk guru untuk memaksimalkan potensi. "Dengan aktifnya mengukuti lomba bisa...

Nelayan Jateng Diminta Tak ke Mimika

SEMARANG – Legislator Jateng meminta nelayan dari provinsi ini tidak melakukan penangkapan ikan di perairan sekitar Mimika, Papua hingga situasinya kondusif. Saat ini situasi...

Koran Desa Mampu Promosikan Potensi Desa

UNGARAN–Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, Jawa Pos Radar Semarang menyelenggarakan perlombaan bertajuk Desa Hebat melalui rubrik Koran Desa yang akan diikuti oleh seluruh...

Pangkas Kebocoran Melalui E-Retribusi

RADARSEMARANG.COM - Selama dua setengah tahun dipimpin oleh Bupati dr Mirna Annisa M.Si, pembangunan di Kabupaten Kendal mengalami perkembangan signifikan. SALAH satu indikatornya, realisasi Pendapatan...