31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Potensi Penanaman Modal Belum Tercatat Maksimal

SEMARANG – Potensi penanaman modal di Jawa Tengah dinilai cukup besar. Sayang, belum semua tercatat dengan baik. Sehingga nilai yang tercatat selama ini belum maksimal.

Kepala Badan Penanaman Modal Daerah, Prasetyo Aribowo mengatakan, pihaknya mencatat total nilai investasi penanaman modal asing selama 2016 mencapai 1,03 miliar dolar. Nilai penanaman modal tersebut berasal dari investor asal 47 negara.

Jumlah investasi tersebar pada 1.060 proyek. Dari investasi tersebut, Korea Selatan mendominasi penanaman modal di Jateng. Yaitu mencapai 223 proyek, disusul Singapura mencapai 135 proyek, jepang 73 proyek, Belanda 66 proyek, Tiongkok 64 proyek, Hongkong 53 sisanya dibawah 50 dari beberapa negara lain.

Sedangkan penanaman modal dalam negeri mencapai Rp 24 triliun. Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang tercatat hanya 30 kabupaten/kota saja. Dengan total tertinggi ada di Kabupaten Wonogiri. Daerah tersebut mencatatkan 301 proyek, disusul Kota Semarang sebanyak 93 proyek, Kebumen 58 proyek dan Karanganyar 47 proyek.  “Cilacap masuk daftar lima terbesar dengan jumlah proyek sebanyak 17. Namun, dari sisi invetasi paling tinggi mencapai Rp 12 triliun,”ujarnya.

Nilai yang tercatat ini, lanjut Prasetyo, harusnya bisa dua kali lebih besar. Hanya saja, masih banyak potensi penanaman modal dalam negeri yang belum tercatat. Dicontohkan hotel, apartemen, restoran, rumah sakit, sekolah dan cafe. Investasi tersebut belum dilaporkan berdasarkan format dari badan koordinasi penanaman modal.  “Pengajuan izin usaha hanya dilaporkan di tingkat kabupaten/ kota. Ke depan, kami akan melengkapi data investasi sesuai format BKPN (badan koordinasi penanaman modal,”ujarnya.

Menurutnya, pencatatan lebih lengkap sebenarnya potensi investasi di Jateng lebih besar dibandingkan yang tercatat selama ini. Ia membandingkan dengan provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur yang seharusnya angka investasi tidak berjarak terlalu jauh. “Bisa jadi Jatim dan Jabar masih lebih tinggi, tapi seharusnya angka tidak jauh berbeda. Kalau sekarang kan jaraknya masih jauh berbeda,”tandasnya. (dna/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here