31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Belajar Matematika Menyenangkan lewat Game

Pelajaran matematika kerap menjadi momok menakutkan bagi setiap siswa. Hal itu yang mendorong empat siswa SMA Kebon Dalem Semarang menciptakan aplikasi game untuk pembelajaran matematika menjadi menyenangkan. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

APLIKASI game itu diberi nama Edu Game Matematika atau Edugama. Game tersebut karya empat siswa SMA Kebon Dalem Semarang, yakni Gracia CH, Kevin Pratama, Natasya Liska dan Vanessa Gardina.

Kevin Pratama menjelaskan, jika pembuatan game tersebut digunakan sebagai media pembelajaran matematika untuk siswa SMP sederajat. Konsep yang diangkat adalah role playing game (RPG), yang mengharuskan pemain diajak memainkan peran beberapa tokoh dan berkolaborasi merajut sebuah cerita. Keberhasilan permainan game tersebut bergantung dengan sistem permainan yang disediakan.

“Banyaknya siswa yang menganggap jika matematika itu sulit dipelajari karena harus menghitung ataupun menghapalkan rumus. Dengan metode ini, siswa akan memainkan peran yang berbeda dan memberikan proses belajar matematika yang menarik, sehingga bisa meningkatkan minat siswa untuk belajar matematika,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menerangkan, game itu menyediakan enam level permainan. Di setiap levelnya, memiliki unsur matematika yang dihadapi dan harus diselesaikan oleh pemain.

Kevin mencontohkan, pada salah satu level, harus menyelesaikan misi yang ada agar bisa naik ke level selanjutnya.

“Setiap level diberikan pertanyaan seputar metematika yang harus dikerjakan. Jika jawaban salah, game over atau mengulangi lagi. Dengan permainan seperti ini, harapan kami siswa tidak hanya bersenang-senang tapi juga berpikir dan belajar,” jelasnya.

Untuk membuat aplikasi game tersebut, lanjut dia, dibutuhkan waktu sekitar dua minggu. Ia dibantu guru pembimbing dan mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kevin berharap  ke depan game tersebut bisa dikembangkan lebih baik lagi, dan bisa diunduh di Play Store, sehingga bisa dimainkan melalui ponsel.

“Ke depannya akan kami kembangkan agar bisa lebih baik dan bisa dimainkan di ponsel,” ungkapnya.

Kepala SMA Kebon Dalem Thio Hok Lay mengatakan, karya yang dibuat siswanya tersebut merupakan bagian dari karya siswa yang sebelumnya dipamerkan pada ajang Research Camp IV di sekolah setempat, belum lama ini. Tercatat, sebanyak 37 proyek penelitian siswa dari rumpun jurusan IPA, IPS dan Bahasa dipamerkan.

“Dengan diadakannya kegiatan ini, kami berharap para siswa bisa berpikir kritis dalam pemecahan masalah yang ada di masyarakat. Selain itu, juga meningkatkan keterampilan dalam mengomunikasikan ide-ide yang dimiliki. Ada banyak penelitian yang dilatarbelakangi persoalan sosial yang ada di masyarakat,” katanya. (*/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here