33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Terkendala Tiang, Jembatan Tak Berfungsi Maksimal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Pembangunan Jembatan Kemadu, Jalan Wadaslintang – Selokromo, Wonosobo sudah rampung akhir 2016 lalu. Namun, sampai saat ini jembatan yang dibangun dengan anggaran APBD Jateng Rp 7,372 miliar itu, belum bisa digunakan secara optimal. Pasalnya masih ada tiga tiang listrik yang berdiri di tengah-tengah jalan menuju jembatan itu.

Adanya tiang listrik itu menimbulkan keprihatinan jajaran Komisi D DPRD Jateng saat melakukan kunjungan ke lokasi, Senin (30/1) lalu. ”Masih adanya tiga tiang listrik di tengah jalan itu, jelas sangat mengganggu masyarakat. Keberadaannya bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” kata Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri.

Menurut Alwin, kondisi tersebut terjadi karena kurangnya koordinasi antara Dinas Bina Marga, kontraktor, dan pihak ketiga yakni PLN. Jika koordinasi ketiga pihak dibangun sejak awal, tentu permasalahan ini bisa selesai pada saat peresmiannya kemarin.

”Pihak Bina Marga tentunya fokus mengawal kontraktor dari aspek pembangunannya. Seharusnya tidak boleh mengabaikan koordinasi dengan pihak ketiga. Paling sering dengan PLN, kadang dengan Telkom dan PDAM,” kata politisi PDIP itu.

Padahal, kata dia, Pemprov Jateng lewat Dinas Bina Marga telah membayar biaya pemindahan tiang kepada PLN. ”Biaya pemindahan sudah dikeluarkan sebesar Rp 45 juta untuk 3 tiang tapi karena kurang koordinasi sehingga sampai sekarang belum tuntas,” terangnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Moch Ichwan menambahkan bahwa selain kendala adanya tiang di tengah jalan, Jembatan Kemadu membutuhkan dinding penguat tebing. Dia berharap dengan anggaran dari Balai Pelaksana Teknis Bina Marga bisa segera direalisasikan. ”Kondisinya saat ini, bukit bekas kerukan setinggi 50 meter belum diberi pengaman. Ini harus diatasi karena rawan longsor,” kata Ichwan.

Dia menjelaskan, proyek Jembatan Kemadu adalah proyek duplikasi jembatan lama sejumlah tiga jembatan yang menjadi jalur alternatif Wadaslintang-Kebumen. (ric/adv/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Anggaran Bantuan Difabel Terbatas

WONOSOBO - Komitmen Pemerintah Labupaten (Pemkab) Wonosobo menjadikan Wonosobo sebagai kota ramah HAM masih membutuhkan perjuangan panjang. Warga difabel Wonosobo sebanyak 600 orang, butuh...

Optimalkan Peran Desa Buku

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Sebanyak 83 guru dan pustakawan se-Kota Magelang mengikuti kegiatan sosialisasi dan gerakan literasi yang difasilitasi oleh tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian...

Belajar Kimia-Alkanol dari “Legen”

RADARSEMARANG.COM - KIMIA, sebenarnya merupakan mata pelajaran yang sangat dekat dengan segala sesuatu yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataannya, bagi sebagian besar peserta...

Dewan Pendidikan Harus Maksimal

SALATIGA - Kepengurusan Dewan Pendidikan Kota Salatiga dikukuhkan Pj Wali Kota Salatiga Ahmad Rofai di Gedung Sekretariat Daerah Kota Salatiga, Kamis (26/1). Dalam sambutannya,...

Literasi untuk Siswa Kelas 1 SD

PERAN dari orang tua dalam mendukung siswa dalam proses belajar tentu sangatlah diharapkan. Lalu, bentuk dukungan seperti apakah yang diharapkan agar proses belajar siswa...

Jalan Harus Dilengkapi Drainase

SEMARANG – DPRD menyorot pembangunan infrastruktru jalan di Jateng yang masih belum dilengkapi dengan drainase. Kondisi ini secara tidak langsung membuat jalan lebih cepat...