33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

RLS Masih Rendah

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

WONOSOBO—Rata-rata lamanya sekolah (RLS) warga Wonosobo terbilang masih rendah. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Wonosobo mencatat, RTS warga Wononosobo di angka 6,11 tahun.

Kepala Dikpora Syamsul Maarif mengaku, setahun ke depan, Dikpora akan fokus mengurai masalah RTS yang rendah. Ia enggan menargetkan terlalu tinggi. Tapi sejumlah program telah disiapkan. Seperti memaksimalkan peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan mengajak pemerintahan desa agar terlibat aktif dalam menyukseskan kejar paket A, B, dan C.

“Solusinya adalah menyukseskan kejar paket. Mau warga lain sekolahnya setinggi apapun, kalau yang putus sekolah ini tidak digarap, angkanya (RLS) tidak akan berubah,” katanya.

Di Kabupaten Wonosobo, sedikitnya terdapat 20 PKBM yang aktif dan bisa melaksanakan kejar paket. Duapuluh PKBM ini akan dimaksimalkan. Selain itu, ia akan mengajak kepala desa agar mau mengalokasikan dana transfer desa untuk pemberdayaan dan pembangunan SDM masyarakat. Khususnya, di sektor pendidikan.

Wakil Ketua DPRD Wonosobo Muhammad Albar menambahkan, alokasi anggaran dana transfer desa sepatutnya tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik. Pembangunan manusia dalam hal pendidikan juga patut menjadi prioritas. “Iya, saya sepakat. Itu termasuk dalam upaya memberdayakan masyarakat. Alokasi anggaran ke situ diperbolehkan,” katanya.

Alokasi dana yang dimaksud bisa diperuntukkan untuk memfasilitasi warga putus sekolah agar mau meneruskan kejar paket. Bahkan, alokasi dana transfer juga bisa untuk membuka PKBM baru.

Kendati demikian, dalam proses penganggaran ia mengingatkan agar tidak menyalahi aturan yang berlaku. “Catatannya, harus dimusyawarahkan. Penggunaannya harus transparan, tidak menyalahi mekanisme yang ada,” jelasnya. (cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...