Isi Elpiji 3 Kg Dikeluhkan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

WONOSOBO—Kabar banyaknya elpiji 3 kg tidak terisi penuh, semakin santer digunjingkan warga. Sejumlah warga mengamati dan merasakan, elpiji 3 kg yang dulu dengan sekarang berbeda. Jika dulu saat baru dipasang, jarum penunjuk regulator bisa mentok sampai titik biru kanan, sekarang tidak. Saat dipasang, jarum surut hingga di kisaran 10-20 persen. “Nggak tahu kenapa. Tapi, kekurangan isi gas sudah merata di mana-mana,” keluh Fendi Nugroho, pemuda Jaraksari, belum lama ini.

Sebelumnya, warga lain yang kebetulan pengecer elpiji asal Kalikarung Kalibawang, Nur Sa’adah 35, juga mengeluhkan hal sama. Ia mengaku kerap mendapat komplain dari pembeli. “Sering dapat komplain sampai bingung mau memjawabnya bagaimana.”

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Wonosobo, Suprayitno membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait kurangnya isi gas elpiji 3 kg. Meski begitu, ia merasa perlu untuk meluruskan terkait indikator yang menjadi patokan masyarakat.

“Yang jadi patokan, mestinya bukan meteran dalam regulator. Seharusnya ditimbang,” jawabnya singkat via handphone. Dijelaskan, sifat dari gas akan membeku jika didiamkan di atas tanah. Sehingga mengakibatkan tekanan pada regulator akan berkurang.

Sementara itu, tekanan gas pada meteran akan kembali menguat (mencair) setelah tabung dikocok atau dipanaskan sinar matahari terlebih dahulu. Jadi, regulator bukan piranti yang pas untuk menilai tabung terisi penuh atau tidak penuh.

Agar masyarakat bisa melakukan pengecekan dengan akurat, ia menyarakan agar menimbang terlebih dahulu sebelum gas digunakan (buka segel). Tabung gas bisa dianggap penuh, jika bobot tabung plus isi nemiliki berat 8 kg atau 7,8 kg. Rinciannya, 5 kg berat tabung kosong 3/2,8 kg bobot isi. “Jika ketemunya 7,8 atau 7,9 kg, masih terhitung penuh. Masih di bawah batas toleransi yang ditentukan,” jelasnya.

Namun, jika hasil pengecekan ternyata di bawah batas minimun yang telah disebutkan, warga bisa melapor ke Dinas Perdagangan untuk ditindaklanjuti. Jika terbukti ada pangkalan atau pihak siapapun yang ‘nakal’, ia mengancam akan mengusut pelakunya. “Bisa dalam bentuk pembekuan izin usaha. Bahkan pidana. Karena ada unsur penipuan.”

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan banyak pihak. Mulai SPBE, pangkalan, hingga ke pengecer untuk mengantisipasi masalah tersebut. “Sedang saya koordinasikan. Semoga kecurangan dalam isi tabung seperti yang dikeluhkan masyarakat, tidak terjadi di Wonosobo,” pungkasnya. (cr2/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -