33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Isi Elpiji 3 Kg Dikeluhkan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

WONOSOBO—Kabar banyaknya elpiji 3 kg tidak terisi penuh, semakin santer digunjingkan warga. Sejumlah warga mengamati dan merasakan, elpiji 3 kg yang dulu dengan sekarang berbeda. Jika dulu saat baru dipasang, jarum penunjuk regulator bisa mentok sampai titik biru kanan, sekarang tidak. Saat dipasang, jarum surut hingga di kisaran 10-20 persen. “Nggak tahu kenapa. Tapi, kekurangan isi gas sudah merata di mana-mana,” keluh Fendi Nugroho, pemuda Jaraksari, belum lama ini.

Sebelumnya, warga lain yang kebetulan pengecer elpiji asal Kalikarung Kalibawang, Nur Sa’adah 35, juga mengeluhkan hal sama. Ia mengaku kerap mendapat komplain dari pembeli. “Sering dapat komplain sampai bingung mau memjawabnya bagaimana.”

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Wonosobo, Suprayitno membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait kurangnya isi gas elpiji 3 kg. Meski begitu, ia merasa perlu untuk meluruskan terkait indikator yang menjadi patokan masyarakat.

“Yang jadi patokan, mestinya bukan meteran dalam regulator. Seharusnya ditimbang,” jawabnya singkat via handphone. Dijelaskan, sifat dari gas akan membeku jika didiamkan di atas tanah. Sehingga mengakibatkan tekanan pada regulator akan berkurang.

Sementara itu, tekanan gas pada meteran akan kembali menguat (mencair) setelah tabung dikocok atau dipanaskan sinar matahari terlebih dahulu. Jadi, regulator bukan piranti yang pas untuk menilai tabung terisi penuh atau tidak penuh.

Agar masyarakat bisa melakukan pengecekan dengan akurat, ia menyarakan agar menimbang terlebih dahulu sebelum gas digunakan (buka segel). Tabung gas bisa dianggap penuh, jika bobot tabung plus isi nemiliki berat 8 kg atau 7,8 kg. Rinciannya, 5 kg berat tabung kosong 3/2,8 kg bobot isi. “Jika ketemunya 7,8 atau 7,9 kg, masih terhitung penuh. Masih di bawah batas toleransi yang ditentukan,” jelasnya.

Namun, jika hasil pengecekan ternyata di bawah batas minimun yang telah disebutkan, warga bisa melapor ke Dinas Perdagangan untuk ditindaklanjuti. Jika terbukti ada pangkalan atau pihak siapapun yang ‘nakal’, ia mengancam akan mengusut pelakunya. “Bisa dalam bentuk pembekuan izin usaha. Bahkan pidana. Karena ada unsur penipuan.”

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan banyak pihak. Mulai SPBE, pangkalan, hingga ke pengecer untuk mengantisipasi masalah tersebut. “Sedang saya koordinasikan. Semoga kecurangan dalam isi tabung seperti yang dikeluhkan masyarakat, tidak terjadi di Wonosobo,” pungkasnya. (cr2/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Semangat Kartini, Gerakkan Kaum Perempuan 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sambut Hari Kartini, ratusan peserta yang terdiri atas orangtua serta siswa KB-TK PL Santo Yusuf Semarang, Jawa Tengah belajar membatik bersama di sekolah...

Kembalikan Kejayaan North Region

SEMARANG -  Sejak digulirkan pada musim 2010 lalu, tim-tim basket North Region selalu berhasil mengawinkan gelar juara Honda DBL Central Java Series selama lima...

Terjebak 2 Hari Gara-Gara Lubang Jalan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Jalan arteri Yos Sudarso, tepatnya di traffic light  menuju Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Tanjung Mas Semarang rusak...

Tertarik di Dunia Politik

RADARSEMARANG.COM - KEHADIRAN politisi muda mewarnai kancah politik Indonesia. Banyak anak muda yang memutuskan untuk terjun di dalamnya. Hal ini pula yang dirasakan Lia...

Naik Pangkat Sebuah Kehormatan

MAGELANG—Sebanyak 30 prajurit dan PNS Kodim 0705//Magelang naik pangkat. Mereka terdiri atas Bintara sbanyak 21 orang, Tamtama 4 orang dan PNS 5 orang. Upacara...

Saat Tarawih, Petugas di Shaf Belakang sambil Mengawasi

RADARSEMARANG.COM - Berbagai kegiatan keagamaan diintensifkan selama bulan Ramadan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan (WB) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas II Bulu,...