31 C
Semarang
Minggu, 16 Mei 2021

Nelayan Sidomulyo Dibekuk

PEKALONGAN – Seorang nelayan bernama Mardiono, 31, alias Kadal, warga Dusun Sidomulyo RT 01 RW 04, Desa Klidang Wetan, Batang, ditangkap anggota Satreskrim Polsek Pekalongan Timur, atas kasus pencurian sepeda motor.

Pelaku mengaku, nekat mencuri sepeda motor lantaran terdesak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena, tidak kunjung melaut sehingga tidak berpenghasilan.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi, melalui Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Agus Riyanto mengatakan, pelaku ditangkap setelah ada laporan dari masyarakat atas maraknya pencurian sepeda motor. Salah satunya curanmor di Jalan RA Kartini. “Kami menangkap pelaku pencurian motor kemarin siang dan ternyata dirinya juga seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor),” Jumat (3/2) siang.

Menurut Kapolsek, Mardiono selama ini terkenal licin serta pintar mengindari kejaran petugas saat akan ditangkap. Sehingga mendapat julukan kadal. Setiap usai beraksi, pelaku sering berpindah-pindah tempat untuk mengelabui petugas. Terbukti, pada saat ditangkap pelaku berada di rumah mertuanya atau di Desa Depok Kabupaten Batang. Sementara, barang bukti Honda Beat dengan nopol yang dipalsukan sudah dijual.

Ia menjelaskan dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diketahui memang terlibat kasus curanmor di Jalan RA Kartini, tepatnya di Gang 5 RT 04 RW 04, Kelurahan Kauman Pekalongan.

Modusnya dengan merusak kunci motor menggunakan kunci yang telah dimodifikasi secara khusus. Polisi mengamankan barang bukti di antaranya berupa sepeda motor Honda Beat nopol G-6126-HH hasil curian.

Sepeda motor tersebut didapat pelaku di Jalan RA Kartini.

Polisi menyatakan, masih mengembangkan kasus tersebut. Tidak menutup kemungkinan tersangka beraksi di lokasi lain. Karena tersangka sendiri merupakan residivis dan sudah keluar masuk penjara dengan kasus yang berbeda.“Atas perbuatannya pelaku kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” terangnya.

Sementara itu, Mardiono,   sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan saat dikonfirmasi mengaku mencuri karena sudah lama tidak melaut. Terdesak kebutuhan hidup tinggi, akhirnya nekat mencuri. “Motor sudah saya jual ke teman saya di Dekoro Pekalongan. Tetapi belum sempat dibayar,” ucap laki-laki yang badannya dipenuhi tato itu. (han/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here