31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Lambang Kota Pekalongan Disoal

PEKALONGAN – Logo atau lambang baru Kota Pekalongan disoal masyarakat. Logo yang baru diresmikan dua tahun lalu itu rencananya akan diganti dengan logo lama. Wacana penggantian logo tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Amarta, Jumat (3/2).

Hadir dalam kegiatan FGD, Wali Kota Alf Arslan Djunaid, Wakil Wali Kota Saelany Mahfudz dan perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), para tokoh masyarakat termasuk dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan tokoh budaya. “Lambang daerah berkedudukan sebagai tanda identitas daerah dan berfungsi sebagai pengikat kesatuan sosial budaya masyarakat,” kata wali kota.

Namun dengan adanya penggantian logo lama ke logo yang baru pihaknya mengaku banyak menerima keluhan dan masukan. Karena logo baru dinilai tidak mencerminkan Kota Pekalongan sebagai kota batik maupun perikanan. Logo baru itu malah dinilai abstrak.

Upaya pengembalian lambang daerah tersebut sudah disepakati oleh DPRD Kota Pekalongan.

“Di dewan sudah dijadwalkan oleh Banleg akan dibahas di kuartal pertama 2017,” katanya.

Wali kota menjelaskan pengembalian logo bukanlah dilandasi unsur politik pemerintahan Alex-Sae. Melainkan murni keinginan warga Kota Pekalongan. Menurutnya yang diharapkan warga bukanlah untuk merubah logo, akan tetapi mengembalikan lagi logo sebagaimana digunakan sebelumnya. Sebab logo sebelumnya dinilai mampu mengcover budaya, etnis, ekonomi dan lain-lain tentang Kota Pekalongan.

“Ini benar-benar keinginan warga Kota Pekalongan. Karena saat kami kampanye dulu, banyak yang menginginkan pengembalian logo ke lama. Masyarakat ingin dikembalikan, bukan merubah dengan cara sayembara, lomba atau apapun,” lanjutnya.

Sementara itu Saelany Mahfudz yang sekaligus menjadi narasumber dalam FGD tersebut mengatakan bahwa berdasarkan kajian yang dilakukan oleh akademisi lambang daerah yang digunakan sangatlah realistis dengan kondisi Kota Pekalongan. Sedangkan yang baru cenderung abstrak. “Lambang daerah yang sebelumnya sudah sangat realistis sekali dengan kondisi yang ada. Dimana satu logo mampu mewakili Kota Pekalongan dari berbagai bidang. Ada perikanannya karena kita memang berada di daerah pesisir, dan yang lebih dominan lagi adalah unsur batik, baik secara motif maupun medianya. Dan itu benar-benar riil di Kota Pekalongan,” kata Saelany. (han/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here