33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Massa Pro dan Kontra Semen Gelar Aksi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMENTARA itu, ketika sidang berlangsung, di luar gedung kantor Dinas LHK Jateng di Srondol Kulon Kota Semarang, Kamis (2/2) kemarin, diwarnai dengan aksi dari kubu pro dan kontra pendirian pabrik semen.

Sekitar 300-an orang, kubu pro yang sebagian besar merupakan karyawan yang sebelumnya bekerja praoperasi pabrik semen Rembang, datang menggunakan armada bus. Setiba di depan halaman kantor Dinas LHK, mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya, menggelar orasi, melakukan istighotsah atau doa bersama.

Mereka membawa sejumlah peralatan orasi seperti poster dan spanduk bertuliskan Warga Tegaldowo Dukung Pabrik Semen, Keluarga Besar Karyawan PT Swabina Gatra Mendukung Operational Pabrik Semen Indonesia, dan tulisan pro lainnya yang menyatakan dukungan agar pembangunan pabrik semen di Rembang tetap dilanjutkan hingga beroperasi. ”Aku ra lila yen pabrik ditutup, ora sida ngadek ning Rembang,” ujar orator yang diikuti teriakan massa ”Setuju!!!”.

Massa yang tergabung dalam laskar Brotoseno ini mengharapkan berdirinya pabrik semen di Rembang yang dinilainya telah memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. ”Kami senang ada pabrik semen, kami punya warung di sana. Dihentikannya, ini jadi sepi,” kata salah satu demonstran dari Desa Kadiworo, Ahmad Sholeh.

Menurutnya, setelah pembangunan pabrik semen dihentikan, perekonomian warga menjadi kacau. Banyak warga yang menganggur pasca pembangunan pabrik dihentikan. Hal ini juga berimbas pada sepinya usaha-usaha yang digerakkan warga.

”Semen Indonesia sudah membantu kami, baik terkait pendidikan maupun pemberdayaan masyarakat. Kami merasa kehilangan. Dengan adanya pabrik, kami bisa buka warung. Saya dulu sehari bisa mendapat penghasilan kotor Rp 3 juta. Sekarang Rp 500 ribu saja susah,” ujar Sholeh.

Selain itu, lanjutnya, rumah warga yang sebelumnya dikontrakkan hingga Rp juta, kini sudah tidak ada penghuninya lagi. ”Saya tentunya kecewa, karena tidak bisa bekerja lagi. Akhirnya saya kembali menjadi petani,” timpal Rudi, 20, warga yang mengaku sempat bekerja di pabrik semen ini.

TOLAK PABRIK SEMEN : Warga Rembang penolak pembangunan pabrik semen yang tergabung dalam JMPPK menggelar unjuk rasa di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng, kemarin. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
TOLAK PABRIK SEMEN : Warga Rembang penolak pembangunan pabrik semen yang tergabung dalam JMPPK menggelar unjuk rasa di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng, kemarin. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)

Ditambahkan, ada lima desa yang terdampak pendirian pabrik semen di antaranya Tegaldowo, Kajar, Pasucen, Kadiwono, dan Timbrangan. Dari lima desa itu, kata Sholeh, tiga desa 100 persen mendukung pabrik semen, yaitu Kadiwono, Kajar, Pasucen. ”Yang menolak ada di Desa Tegaldowo dan Timbrangan. Itu pun tidak banyak,” katanya.

Aksi itu juga didukung puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera). Ini cukup mengejutkan lantaran mahasiswa yang sebelumnya diketahui menolak pabrik semen, justru memberikan dukungan pada perjuangan warga yang menginginkan pabrik semen tetap berdiri.

Dalam aksinya, Ampera membawa beberapa poster dukungan pada warga Rembang. Selain itu, juga poster penolakan masuknya NGO asing dan perusahaan semen asing yang mencoba menghancurkan aset nasional dengan melakukan cara tidak sehat.

Koordinator Ampera, Akbar Bustami menjelaskan bahwa sejumlah perwakilan mahasiswa berani menyatakan dukungan kepada pabrik semen karena telah melihat sendiri fakta lapangan, 28-29 Januari lalu. Mereka melihat secara langsung bahwa mayoritas warga di lima desa sekitar pabrik semen menunjukkan dukungan masif. ”Warga justru senang karena keberadaan pabrik telah membuat desa yang semula miskin dan tidak tersentuh pembangunan menjadi makmur dan terbuka akses ekonominya,” katanya.

Sementara itu, massa yang kontra, pada saat yang sama dengan style-nya, datang mengenakan setelan kebaya. Belasan massa yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) ini datang dengan membawa brokohan, berupa hasil bumi seperti padi ketela pohon, jagung, pisang, dan lain lain.

Mereka juga membawa spanduk bertuliskan Amdal yang dibatalkan tidak bisa diadendum, Bumi wis maringi, ibu bumi dilarani, ibu bumi sing ngadili, kendeng lumbung pangan, ojo ditambang dan beberapa tulisan lainya.

Dalam aksinya ini, massa kontra lebih banyak mendendangkan syair-syair mengenai ibu bumi sembari menunggu perwakilannya yang ada di dalam sidang.

Ora ana pabrik semen ora opo opo. ora ana semen rapopo, tapi yen ora ana beras, tetanduran, ora isa ngapa ngapa. Ayo bareng bareng, lestarikan bumi,” ujar Sukinah, anggota JMPPK yang datang menggunakan angkot bersama rekan-rekannya.

Joko Prianto, Koordinator JMPPK mengatakan bahwa sidang komisi Amdal menyalahi ketentuan. Pasalnya sudah ada keputusan dari Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan pendirian pabrik semen di Rembang.

”Kami menyatakan sikap, semua warga menolak adendum. Keputusan MA kan jelas membatalkan. Saya tidak mau masuk ke situ (sidang). Kami tidak mengakuinya,” ujar Joko pasca keluar dari forum sidang dan mengajak massa kontra meninggalkan lokasi. Sebelum meninggalkan lokasi, massa kontra sempat melantunkan syair dengan diiringi musik dari lesung yang dipukul dengan menggunakan alu. (amh/sga/ida/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bawa Pulang 5 Piala

MAGELANG – Kontingen SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang meraih  5 juara dalam lomba Mata Pelajaran dan Seni Islam (Mapsi) tingkat Kota Magelang...

Taj Yasin Maimoen Genjot Sosialisasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Calon Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen terus melakukan sosialisasi menjelang masa kampanye. Dalam rangka memperingati Hari Lahir Partai Persatuan Pembangunan...

Kembalikan Logo Lama Kendal

KENDAL—Logo Kabupaten Kendal akan dikembalikan ke logo awal. Menyusul hasil kajian akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip Undip Semarang, melalui survei terhadap masyarakat...

Kerahkan 50 Food Truck

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 50 truk kuliner (food truck) bakal meramaikan kegiatan UKM Culinary Festival di Kota Lama, 20-22 April mendatang. Festival yang digelar...

Magelang Ikon Wisata Sunrise

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Kabupaten Magelang menjadi salah satu surga bagi penikmat panorama sunrise. Potensi ini didukung letak geografis yang dikitari deretan pegunungan dan perbukitan...

Menanamkan Percaya Diri dengan Strategi CS

RADARSEMARANG.COM - FENOMENA yang terjadi saat ini, Peserta didik menganggap aktivitas yang mengasyikkan ketika mereka menjelajah dunia maya dan media sosial. Gempuran teknologi dan...