31 C
Semarang
Sabtu, 8 Mei 2021

Dua Kakek Berduel, Satu Tewas

KENDAL—Apa jadinya jika dua kakek beradu kekuatan. Ya, itulah yang terjadi antara dua kakek Mudri, 78 dengan Ruswan, 71 di Panti Pelayanan Sosial, Cepiring. Duel keduanya membuat Mudri harus berurusan dengan pihak kepolisian. Lantaran, korban Ruswan tewas setelah dibantai Mudri menggunakan sebilah balok kayu.

Kasus ini tengah ditangani Polsek Cepiring. Pun Mudri kini harus mendekam dibalik jeruji di mapolsek setempat untuk mempertanggungjawabkan perbutannya. Menurut ketarangan dari kepolisian, penyebab duel keduanya sebenarnya sepele. Karena masalah buang air kecil di kamar mandi.

Yakni pada Rabu (1/2) lusa lalu, sekira pukul 03.00 dini hari. Kala itu korban dan pelaku sama-sama ke kamar mandi untuk buang air kecil. Pelaku mengingatkan korban agar kencing di closed. Tapi korban ngeyel kencing di dinding kamar mandi. “Korban tidak terima dan mengumpat lalu mengambil sapu dan memukulkannya ke kepala saya. Saya tangkis sampai tangan saya bengkak,” katanya, kemarin (2/1).

Lalu pelaku melihat balok kayu yang digunakan untuk mengganjal pintu. Mudri mengambilnya dan memukulkan balok kayu tersebut ke kepala korban hingga tersungkur. Kepala korban pun bocor.

Saat jatuh itu, kata Mudri, korban masih sadar dan sempat bicara pada Mudri. Korban mencoba keluar dari kamar mandi dengan merangkak. “Kata korban, sudah pukuli saja terus dan bunuh saja aku,” kata Mudri menirukan ucapan korban.

Mendengar ucapan pelaku bukannya berhenti, tapi justru terus memukuli korban hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. “Saya membunuh itu bukan keinginan diri saya sendiri, tapi keinginan korban yang minta dibunuh. Ya, saya lakukan,”  katanya polos.

Meski begitu, Mudri mengaku menyesali perbuatannya. Sebab korban setiap harinya selalu bersama korban, makan bersama dan bergurau bersama. “Sangat menyesal, saya siap jika mau dihukum mau dibunuh atau dipenjara ya manut, karena saya sudah menghilangkan nyawa teman saya,” akunya.

Kepala Seksi Bimbingan Panti Pelayanan Sosial Cepiring, Jawadi Sismartono, mengatakan, kejadian tersebut diluar dugaan. Sebab selama ini keduanya menunjukkan tidak ada masalah sama sekali. “Selain itu kejadiannya dini hari, jadi sama sekali tidak ada petugas atau penghuni panti lainnya yang menngetahui peristiwa tersebut,” tuturnya.

Dia menjelaskan, panti sosial tersebut dihuni 89 orang. Pegawai 30 orang, terdiri dari perawat, pramuasrama, petugas kemanan, petugas kesehatan dan lainnya. Ruswan sendiri masuk panti pada Agustus 2016. Sedangkan pelaku Mudri, mulai menghuni panti sejak Juni 2015. “,” paparnya.

Sementara penyidik Polsek Cepiring, kemarin langsung melakukan rekonstruksi. Sedikitnya ada 15 adegan diperankan oleh pelaku saat memukuli korban hingga tewas.“Pelaku kami jerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang pengiayaan yang mengakibatkan korban tewas. Ancaman pidananya tujuh tahun penjara. Saat ini kami masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti,”  kata Kapolres Kendal, AKBP Mualana Hamdan. (bud/zal)

Latest news

Related news