31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Kartu Tani Bisa Diambil di Pengecer Pupuk

SEMARANG – Sebanyak 1.500.503 Kartu Tani sudah dicetak, namun baru 1.074.421 petani atau 71,6 persen di 22 kabupaten/kota yang sudah menerima. Targetnya, akhir Februari ini sudah didistribusikan semua agar Maret mendatang, semua petani bisa merasakan manfaat Kartu Tani.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumberdaya Setda Pemprov Jateng, Peni Rahayu menjelaskan, distribusi Kartu Tani terkendala teknis pembagian. Sebab, petani yang bersangkutan harus mengambil langsung karena kartu ini juga berfugsi sebagai automated teller machine (ATM) yang sudah bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

”Kalau hubungannya dengan perbankan, yang bersangkutan harus datang langsung ke kantor cabang BRI untuk tanda tangan. Tidak bisa diwakilkan. Pengambilan Kartu Tani ini juga sekalian mengambil buku tabungan,” ucapnya, Kamis (2/2).

Selain itu, mereka juga harus memberi tahu nama gadis ibu kandung sebagai syarat membuka rekening bank. Dijelaskan Peni, ketika pendataan petani yang dilakukan 2016 silam, memang tidak ditanya nama gadis ibu kandung masing-masing. ”Jadi sekarang harus ditanya didata lagi,” imbuhnya.

Dari pengalaman itu, Kartu Tani yang belum didistribusikan, akan dibagi ke petani lewat kios pengecer pupuk bersubsidi. Terhitung, ada sebanyak 3.515 kios pupuk bersubsidi yang sudah resmi. Di setiap kios tersebut, BRI juga membuka stan untuk meminta tanda tangan Petani yang akan mengambil Kartu Tani.

Dijelaskan, awalnya Kartu Tani akan dibagikan lewat kelompok tani. ”Ternyata tidak semua petani aktif di kelompok tani. Akhirnya kami putuskan untuk lewat pengecer pupuk. Kan petani lebih sering ke sana. Pihak BRI juga setuju,” tegasnya.

Peni membeberkan, setelah distribusi 1.500.503 Kartu Tani untuk 22 kabupaten/kota ini klir, pihaknya akan langsung melanjutkan pendataan petani di 13 kabupaten yang tersisa. Yakni Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Rembang, Kudus, Jepara, Temanggung, Kendal, Pekalongan, dan Brebes.

Sebelum melakukan pendataan petani, pihaknya akan melakukan sosialisasi dahulu sepanjang Februari ini. Sementara ini, baru tiga daerah yang sudah dilakukan sosialisasi. Yaitu Kudus, Rembang, dan Jepara. Di tiga kabupaten tersrbut, masing-masing bupati mengaku akan mendukung pendataan Kartu Tani. ”Pendataan petani akan dilakukan Maret-April. Nama gadis ibu kandung juga sekalian kami tanyakan agar kejadian yang kemarin tidak terulang,” cetusnya.

Setelah data semua petani masuk di Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng serta Dinas Pertanian masing-masing kabupaten, Mei akan dilakukan input data sekalgus dimasukkan ke dalam sistem. Juni-Juli mulai dilakukan distribusi Kartu Tani, agar Oktober sudah tuntas dan bisa digunakan.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jateng, Chamim Irfani berharap data petani itu yang sudah ada itu bisa dijadikan pemerintah sebagai acuan untuk memberi bantuan atau pemberdayaan kepada petani. Karena itu, dia meminta agar pemerintah bisa mempercepat progres pendataan.

Dia berharap, program ini bisa jadi permulaan untuk mengentaskan kemiskinan, karena kemiskinan yang ada di Jateng rata-rata berada di pedesaan. ”Warga pedesaan rata-rata petani, sehingga para petani yang perlu banyak diperhatikan,” katanya. Setelah petani mendapatkan pemberdayaan, diharapkan tidak hanya menjadi objek jual beli produk pangan, tapi bisa sekaligus menjadi subjek dalam hal jual beli hasil-hasil pertaniannya. (amh/zal/ce1)

Latest news

Related news