31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Jalan Tikus, Ikutan Macet

SEMARANG – Pemberlakuan jalan searah, justru menambah parah kemacetan di berbagai tempat. Bahkan, jalan-jalan di perkampungan ikutan padat, lantaran banyak yang memilih jalan pintas.

Seperti halnya jalan-jalan perkampungan, di Jalan Gergaji samping Polda Jateng, kini padat kendaraan. Para pengguna jalan, berusaha mencari jalan pintas dari Jalan Veteran masuk ke Perkampungan Gergaji menuju Jalan Pahlawan atau sebaliknya.

”Sekarang kalau pagi sampai sore, jalan di sini ramai. Sebelum ada jalan searah ya biasa saja, tidak padat,” ungkap Yoyok, warga setempat yang ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (2/2) kemarin.

Selain di Jalan Gergaji, daerah Pekunden yang meliputi Jalan Batan Miroto juga padat kendaraan. Warga Pekunden, Sugiyono mengungkapkan bahwa jalan kecil yang ada di dekat rumahnya sekarang dipadati kendaraan. Para pengendara banyak yang mencari jalan pintas dengan alasan lebih cepat dan tidak terkena macet. ”Kemarin padat, sekarang juga masih padat. Sepertinya banyak yang mencari jalan pintas. Ya gak masalah sih, yang penting tidak ngebut,” katanya.

Sementara itu, dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Jalan Thamrin yang dibuat searah dari Jalan Pemuda menuju Pandanaran masih terjadi penumpukan kendaraan. Kemudian pada persimpangan empat di Kampung Kali-Thamrin. Kendaraan yang terhenti karena traffic light di pertigaan KFC menumpuk hingga persimpangan empat Thamrin Kampung Kali. Akibatnya kendaraan yang melaju di Kampung Kali dari persimpangan Gajahmada menuju persimpangan Thamrin, terhalang kendaraan.

”Jadinya ya serobot-serobotan kalau pas lampu hijau (jalan). Depan belum jalan, tapi kendaraan yang belakang sudah hijau lagi. Akhirnya ya menumpuk. Sedangkan dari samping terhalang, jadinya semrawut,” ungkap Pengemudi Gojek, Supriyanto.

Warga Kecamatan Gunungpati ini mengaku tidak keberatan dengan adanya jalan searah. Meskipun hal itu mengakibatkan jarak tempuhnya semakin lama lantaran harus memutar terlebih dahulu. ”Bagi saya tidak masalah. Cuma ya itu, harus mutar-mutar dulu. Tidak mengurangi pelanggan. Kalau soal tarif sudah kebijakan dari pusat,” ujarnya.

Menurut Supriyanto, penumpukan terjadi lantaran traffic light di persimpangan Jalan Thamrin Kampung Kali jaraknya berdekatan. Seharusnya, waktu traffic light tersebut harusnya diubah atau diatur ulang supaya tidak menimbulkan penumpukan. ”Harus diatur ulang itu. Kalau boleh usul, pemberlakuan searah juga ada batasan waktunya. Misalnya pagi mulai jam berapa, sampai malam hari jam berapa,” katanya.

Sedangkan menurut warga Pekunden, Adi Nugroho, penumpukan kendaraan di lokasi tersebut telah terjadi selama dua hari ini semenjak diberlakukan jalur searah. Jika kesemrawutan itu berlarut-larut sampai kurun waktu tujuh hari, maka program tersebut dianggapnya gagal.

”Ya kita lihat saja tiga sampai satu minggu nanti. Kalau begini terus, ya pemerintah gagal membuat jalan ini searah. Khawatirnya kalau pas Simpang Lima ada acara, dan jalur ditutup, pasti tambah macet di sini,” ujarnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di pertigaan traffic light Jalan Pandanaran-Thamrin atau KFC, juga sama semrawutnya. Lalu lintas jalan macet ketika lampu traffic light telah hijau.

Pengamat Transportasi Undip, Bambang Pujiono menilai pemberlakuan jalan searah pada Jalan Thamrin, Jalan Gajahmada dan Jalan Ahmad Dahlan, justru menimbulkan ketersendatan arus lalu lintas. ”Kemungkinan penyebabnya pengaturan lampu traffic light yang ada di depan PLN Jalan Pemuda belum disesuaikan. Begitu juga Jalan Pemuda menuju Jalan Thamrin juga perlu diatur, disesuaikan dengan arus volume kendaraan. Kalau teknisnya yang tahu dari dinas terkait,” ungkapnya.

Lanjut Bambang, untuk mengatasi kemacetan di Kota Semarang perlu penanganan yang komprehensif. Jangan hanya melihat dari segi ruas per ruas. ”Sebab, peningkatan volume lalu lintas dalam kota meningkat. Jadi kalau ada peningkatan kendaraan, sedangkan kapasitas jalan tidak mencukupi, otomatis menyebabkan terjadinya kemacetan,” ungkapnya.

Selain keberadaan traffic light yang tidak diatur sesuai kebutuhan arus lalu lintas, tegasnya, aktivitas parkir yang menggunakan sisi jalan juga perlu diatur. ”Kalau dilihat salah satu penyebab kemacetan di Jalan Pemuda setelah pemberlakuan satu arah di Jalan Gajahmada dan Jalan Thamrin ini adalah masih banyaknya kendaraan yang parkir di pinggir ruas. Harus diatur juga itu,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait kemacetan lalu lintas yang terjadi di beberapa titik selama pemberlakuan jalan satu arah di Kota Semarang. ”Kami mohon maaf kepada masyarakat pengguna jalan. Yang biasanya perjalanannya cepat menuju ke tujuan, jadi sedikit terganggu akibat jalan satu arah,” kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi di kompleks Balai Kota Semarang kemarin.

Dia mengimbau agar masyarakat lebih bersabar dan bijaksana. Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi terkait pemberlakukan sistem jalan satu arah. Dalam kurun waktu satu bulan sejak diberlakukan, akan terus dilakukan evaluasi. Apakah kondisi jalan tersebut masih mengalami kemacetan atau tidak. ”Saya yakin, dalam waktu 1-2 minggu masyarakat akan terbiasa. Sehingga situasinya akan lebih lancar. Kalau setelah tahap uji coba masih macet, pasti akan kami evaluasi untuk jalan satu arah tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan lain, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova, ikut menginformasikan kepada masyarakat terkait adanya rencana penutupan jalan pada Jumat (3/2) mulai pukul 16.00. Penutupan jalan mulai dari Bundaran Air Mancur dua lajur di Jalan Pahlawan hingga Mapolda Jateng. ”Hal ini dilakukan, sehubungan adanya kegiatan Silaturahmi Akbar Ulama dan Santri dengan Bapak Kapolri di Mapolda Jateng,” katanya.

Sedangkan untuk pengalihan arus lalu lintas nantinya, dilaksanakan mulai dari Siranda diarahkan ke Jalan Veteran dan ke Jalan Sriwijaya. Dari Simpang Lima menuju arah Jalan Pahlawan dialihkan ke Jalan Imam Barjo. Diharapkan pengguna jalan yang tidak berkepentingan menuju Jalan Pahlawan untuk menghindari jalan tersebut. (mha/amu/ida/ce1)

Latest news

Related news