33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Tulisan Kampanye Dibuat Karyawan Kopkar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SALATIGA-Petinggi koperasi karyawan (Kopkar) Jitu PT Telkom Salatiga mengaku tidak tahu menahu adanya dugaan kampanye terselubung pada rekening pembayaran telepon. Ketua Kopkar Djohan Nurwiyanto dan pengawas Kopkar Djonaid Soepriyanto, Rabu (1/2) diperiksa tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Salatiga, yang terdiri dari jaksa, polisi dan panwas. Mereka diperiksa terkait temuan adanya tulisan ‘Salatiga Kondusif, Lanjutkan 2’ di belakang kertas struk pembayaran rekening.

“Kami memang tidak mengetahui adanya tulisan itu, karena form kertas dari kami kosong (tidak ada tulisan). Munculnya tulisan itu tanpa sepengetahuan kami dan juga PT Telkom,” kata Djohan Nurwiyanto usai memberikan keterangan di Panwas Salatiga, kemarin.

Namun demikian, selaku pengawas Kopkar PT Telkom Salatiga, ia merasa kecolongan terkait kata yang diduga kampanye terselubung tersebut. ”Jadi kami sama sekali tidak tahu, dan itu (tulisan kampanye) itu tidak boleh, harusnya di belakang struk harus kosong,” sebutnya.

Setelah ada laporan dari tim sukses Rudi-Dance, PT Telkom dan pengurus koperasi langsung melakukan klarifikasi terhadap karyawan koperasi dan ada yang sudah mengakui. Pihaknya juga memastikan, saat ini tulisan di belakang struk rekening Telkom sudah tidak ada. “Ada salah seorang karyawan koperasi karyawan (Kopkar) Jitu yang sudah mengakui yang mendesain dan mencetak tulisan di belakang struk itu,” ungkapnya.

Dari hasil klarifikasi, lanjut Djunaid, yang bersangkutan mengaku atas inisiatif sendiri. “Makanya untuk lebih jelasnya, biar nanti Panwas yang memanggilnya untuk klarifikasi,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Panwas Kota Salatiga Arsyad Wahyudi mengaku memang memanggil dua pengurus Kopkar Jitu untuk klarifikasi. “Yang jelas mencari tahu, bagaimana tulisan itu bisa muncul. Apakah sepengetahuan manajemen atau tidak,” katanya. Pihaknya juga sudah berencana untuk mengklarifikasi karyawan yang mencetak tulisan tersebut.

“Dari hasil klarifikasi yang dilakukan oleh Panwas dan juga pihak kejaksaan dan kepolisian, nanti kita kaji, apakah ada unsur pelanggaran atau tidak. Panwas dan tim Gakumdu bekerja profesional sesuai dengan aturan yang ada,” tandasnya. (jks/ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Permenhub Masih Belum Ideal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Jateng menyikapi masalah berakhirnya masa tunggu bagi penyedia jasa transportasi daring terhadap pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 tahun...

Sang Wagiman, Kini Berpulang

SEMARANG - Puluhan karangan bunga berjejer di sepanjang sisi kanan-kiri jalan menuju rumah mantan Wali Kota Semarang, Kol (Purn) Soetrisno Soeharto di Jalan Wologito...

BPK Periksa Bantuan Parpol

BATANG-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, memeriksa bantuan operasional partai politik (Parpol) untuk Kabupaten Batang. Pemeriksaan di Ruang Pertemuan DPRD Kabupaten Batang...

Rem Blong, Truk Tabrak Rumah

UNGARAN – Diduga karena rem blong, sebuah truk gandeng bermuatan pupuk menabrak sebuah rumah milik warga di Kampung Klesem Kidul, Kecamatan Pringapus, Senin (11/12)....

PNS Banyak yang Gaptek

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Belum semua aparatur sipil negera (ASN) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung mampu mengoperasikan komputer. Padahal pengetahuan komputer sangtlah penting untuk menunjang...

Ultra Super

Dunia listrik Indonesia memasuki era baru --era unit 1.000 MW. Bulan depan, Oktober. Itulah era teknologi ultra super critical. Itulah pembangkit terbesar yang bisa dibuat manusia. Satu unit...