33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Ribuan Ulat Bulu Serbu SD 4 Cepiring

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KENDAL—Fenomena ulat bulu yang mewabah di Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring semakin meluas. Tidak hanya menyerang rumah-rumah warga, tapi merambah ke sekolah. Ribuan ulat bulu masuk ke ruang kelas di SD N 4 Cepiring.

Hal tersebut sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar. Pasalnya, tak sedikit siswa yang terserang gatal-gatal dan bentol akibat terkena ulat bulu. Selain itu, tak banyak juga siswa terutama perempuan yang menjerit histeris karena takut dan jijik akan keberadaan ulat bulu tersebut.

“Sangat menganggu, karena ulat bulu merambat di meja belajar, bahkan masuk ke dalam tas dan tempat duduk siswa. Banyak siswa yang ketakutan, menjerit dan berlarian keluar kelas,” ujar Laura, salah satu siswa setempat.

Ulat bulu tersebut diduga kuat berasal dari kebun pabrik gula cepiring atau IGN. Pasalnya, pabrik tersebut banyak pepohonan dan sudah dua tahun terakhir tidak beroperasi.

Laura mengaku, ulat bulu mulai masuk sekolah sejak Senin lalu. Sejak itu, setiap harinya ada siswa yang terserang gatal dan panas, bahkan kulit sampai bentol-bentol dan terpaksa harus dibawa ke ruang kesehatan sekolah. “Soalnya ulat masuk ke kelas, siswa pada gatal-gatal,” tuturnya.

Hal senada dikatakan guru kelas 6 SD 4 Cepiring, Ngatini. Ia mengaku, ruang kelasnya berdekatan dengan tembok pabrik gula. Sehingga banyak ulat yang merambat melalui tembok kemudian masuk ke dalam kelas. “Sebagian siswa, terutama yang perempuan memang banyak yang ketakutan,” akunya.

Ia mengaku, hampir satu minggu ini setiap harinya, bahkan setiap lima menit sekali, siswa harus menyapu ruang kelas ulat agar tidak masuk ruang kelas.

Kasi Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Bambang Heri Mulyono, mengatakan pihaknya sudah melakukan penyemprotan yang ketiga kalinya. Namun ulat masih banyak.

Pihaknya berharap, mendapatkan izin dari manajemen pabrik untuk melakukan penyemprotan terhadap ulat bulu dengan menggunakan insektisida ke dalam pabrik. “Sudah kami lakukan penyemprotan tiga kali. Tapi karena sumber dari dalam pabrik, sehingga harus menyemprotnya dari dalam. Jika tidak percuma, ulat akan terus masuk ke kelas dan mengganggu siswa belajar,” tambahnya. (bud/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Piagam Tak Diakui, Orang Tua Siswa Protes

PELAKSANAAN Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMP di Kota Semarang sempat diwarnai kericuhan. Kisruh terjadi di SMP Negeri 2 Semarang, di mana...

Ngantuk, Tronton Tercebur Sungai

KENDAL—Lantaran pengemudi mengantuk, sebuah truk tronton menabrak pagar jembatan. Akibatnya pagar roboh dan truk bernopol B 9625 BYT yang dikemudikan Handi Susianto, 34, itu tercebur...

Anggota TNI Tewas Kecelakaan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Seorang anggota TNI AD, Andy Setiawan, 30, warga Jalan Sriwijaya Raya Mess Pussen Arhanud tewas dalam kejadian laka lantas di jalan...

Otto Kembali Gelar Demo Tunggal

SALATIGA – Otto Mayor. Nama satu ini sudah lama tidak muncul di kota Salatiga. Otto adalah warga Papua yang lama tinggal di Salatiga dan...

PPDB Harus Dievaluasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG -  DPRD meminta agar pemprov mengevaluasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 dengan sistem zonasi. Sebab, dalam pelaksanaannya, banyak dugaan pelanggaran...

Agama dan Kesantunan Berekspresi

FENOMENA persekusi saat ini menjadi headline diberbagai media. Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) mencatat, “perburuan” semacam ini mengalami tren meningkat sejak 27...