31 C
Semarang
Jumat, 27 November 2020

Masih Berdiri 9 Karaoke Liar

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG – Kota Lama Semarang yang sebelumnya mirip tanah tak bertuan, kini sedikit demi sedikit diinventarisasi untuk ditata bertahap. Di atas tanah kurang lebih seluas 31 hektare, berdiri kurang lebih 105 bangunan peninggalan Kolonial Belanda yang antik dan eksotis. Namun baru 53 bangunan teridentifikasi pemiliknya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, dari 53 bangunan yang telah diketahui pemiliknya tersebut, saat ini baru kurang lebih 23 bangunan yang telah dilakukan konservasi. Artinya, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan. Itu belum masalah lain, seperti bangunan yang melanggar perda, mulai dari desain jalan, pagar, pedagang kaki lima (PKL), hingga banyaknya operator telekomunikasi yang secara ngawur menancapkan tiang-tiang besi untuk kabel di kawasan cagar budaya tersebut. Selain itu, di kawasan cagar budaya yang sedang ’bersolek’ menuju Kota Warisan Dunia (Living Heritage) UNESCO ini masih menyisakan sebanyak 9 karaoke liar.

Saat Jawa Pos Radar Semarang memantau malam hari, pinggiran selatan kawasan Kota Lama ini gemerlap wanita seksi. Tentu saja, selain memancing hidung belang, juga menjadi sarang preman.

Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang saat ini rela ’berdarah-darah’ untuk melakukan penataan kawasan yang sering disebut Little Netherland ini. Sebab, menata Kota Lama bukan perkara mudah dan memiliki masalah yang kompleks. Padahal sesuai rencana, Maret mendatang akses lalu-lintas di kawasan Kota Lama bakal ditutup bagi kendaraan umum.

Kawasan ini akan steril dari asap kendaraan dan dijadikan area pedestrian khusus pejalan kaki, becak dan sepeda onthel. Sedangkan kendaraan umum yang selama ini melewati jalan utama Heeren Straat atau Jalan Letjend Soeprapto bakal dilakukan rekayasa lalu-lintas atau pengalihan jalur.

Nantinya kendaraan umum dari arah Kaligawe atau Jalan Raden Patah, masuk ke Jalan Letjend Soeprapto melewati depan Mako Satlantas Polrestabes Semarang. Kemudian di pertigaan depan Gedung Spiegel Bar & Bistro atau Gedung Marba belok kiri, masuk Jalan Kepodang. Sesampai di perempatan Jalan Suari belok kiri menuju Jalan Sendowo tembus ke tepi Kali Berok hingga ke Jalan Letjend Soeprapto (Bank Mandiri) belok kiri ke arah Kantor Pos Besar Semarang atau Tugu Nol Kilometer.

Sedangkan akses untuk menuju Museum Trick Art 3D, diarahkan melintasi depan Gedung Bank Mandiri, kemudian pertigaan Jalan Empu Tantular belok kanan, pertigaan Jalan Branjangan belok kanan hingga Museum 3D Trick Art di Jalan Letjend Soeprapto.

Kendati demikian, sejauh ini belum ada sosialisasi lanjutan. Sebagian PKL yang pernah dilakukan penertiban, kini berjualan kembali.

”Kami tetap di sini, karena ini hanya satu-satunya tempat mengais rezeki. Kalau ditutup, keluarga saya mau makan apa,” ujar Yuli, 47, pedagang nasi di bangunan semipermanen yang posisi warungnya menempel di tembok Gedung Marba.

Yuli mengaku tidak mau pindah karena Pemkot Semarang melalui Satpol PP hanya sekadar penertiban dengan cara menutup kios warung makan tersebut, tanpa memberikan solusi. ”Kalau direlokasi di tempat yang layak, saya mau pindah. Tetapi jika tanpa solusi ya tidak mau,” tegasnya.

Anggota Bagian Operasional BPK2L Semarang, Agus Suryo Winarto, mengakui permasalahan yang dihadapi dalam penataan kawasan Kota Lama sangat kompleks. Karena itu, penataan dilakukan secara bertahap. ”Pembenahan yang dilakukan akan mengacu sesuai aturan Perda Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2003. Aturannya sudah ada sejak lama, tapi selama ini tidak dilaksanakan. Kami pengurus baru berupaya keras mengembalikan sesuai perda. Satu per satu akan kami tata. Termasuk PKL Padangrani maupun di pinggir Marba itu jelas melanggar,” kata Agus.

Dia mengakui masih banyak aturan Perda yang melanggar aturan penataan cagar budaya. Misalnya, kondisi tiang-tiang kabel milik perusahaan telekomunikasi, Telkom, MNC dan PT Innovate Mas Mandiri. Tiang-tiang tersebut melanggar aturan Perda karena berdiri di pedestrian cagar budaya. Selain itu, kontraktor dulu yang membangun jalan tidak mengacu aturan, yakni sebagian ketinggian jalan lebih tinggi dari lantai bangunan cagar budaya.

”Ini terjadi di Jalan Branjangan. Pemasangan paving 50 sentimeter di atas pel lantai bangunan. Termasuk tidak boleh ada pagar. Semua sudah diatur secara detail sejak 2003. Saya juga nggak tahu, mungkin temen-temen dulu gagal paham. Seteleh kami dilantik, baru tahu ternyata sudah ada Perda yang mengatur detail. Maka saat ini kami mengajak yuk sama-sama menegakkan Perda,” ujarnya.

Dia mengaku nantinya tidak mau melihat adanya 9 karaoke liar yang saat ini masih beroperasi di kawasan Kota Lama. ”Maret, semua ditegakkan kawasan Kota Lama menjadi area pejalan kaki. Itu sudah diatur sejak 2003. Tiang-tiang listrik, tidak boleh karena mengganggu estetika cagar budaya, harusnya underground kabel. Apalagi karaoke,” katanya.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengatakan, Maret mendatang ditargetkan akan diberlakukan pengalihan jalur kendaraan umum. ”Nantinya kawasan Kota Lama khusus pejalan kaki,” ujarnya. (amu/aro/ce1)

More articles

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...