33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Keluarga Korban Dugaan Malapraktik Lapor Polisi

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

BATANG-Diduga menjadi korban malapraktik usai operasi amendel, pasien Yoyok Agung Setiawan, 31, warga Perumahan Peturen, Desa Menguneng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, akhirnya meninggal dunia. Kini, pihak manajemen RSUD Kabupaten Batang dilaporkan ke polisi oleh keluarga korban dan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Kabupaten Batang.

“Saat ini, kami masih menelusuri dugaan tindakan malapraktik yang dilakukan oleh dokter “R” dan “S” terhadap pasien amandel Yoyok Agung, ” jelas Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Kabupaten Batang, dr Budi Setiajit, Rabu (1/2) kemarin.

Perlu diketahui bahwa seusai dilakukan operasi, kondisi pasien Yoyok dalam keadaan normal hingga dipindah ke room recovery, Kamis (26/1) lalu. Namun ketika pasien dipindah ke bangsal, kondisinya langsung ngedrop. Sempat dibawa ke ruang ICU, namun nyawanya tidak tertolong. “Untuk mendapatkan kejelasan sebab-musabab kematian pasien, jenazah pasien akan diotopsi. Dari hasil otopsi, kami bisa tahu penyebab kematian pasien,” jelas Budi Setiajit.

Menurut dia, tahapan penelusuran atas dugaan malapraktik ini terus dilakukan oleh RSUD. Mulai dari persiapan, pengecekan, dianogsa, apakah perlu dilakukan tindakan operasi, kelengkapan alat laboratorium, persyaratan administrasi yang dipenuhi dokter dan evaluasi dalam tindakan operasi. Pada tahapan-tahapan tersebut, kata dia, belum ditemukan malapraktik. Karena operasi dilaksanakan sesuai SOP (Standar Operation Prosedure). Pasalnya, jika pada tahapan awal ada masalah gangguan kesehatan pada diri pasien, maka tindakan operasi pasti akan ditunda atau tidak dilakukan operasi.

“Jadi, saat ini kami masih menelusuri dari sebelum dan saat dilakukan proses operasi dan hingga saat dilakukan peralihan ke ruang recovery dan ke bangsal. Baru saja, kami melakukan rapat legal, audit tetapi penyebab kematian belum ditemukan,” katanya.

Budi mengatakan RSUD sudah mengumpulkan pihak manajemen, dokter, serta data-data untuk mendapatkan masukan terkait dengan adanya dugaan kasus ini. “Kami akan mengumpulkan lagi, jika perlu RSUD akan mengonsultasikan kasus dugaan malapraktik ini pada RSUP dr Karyadi Semarang untuk memastikan penyebab kematian pasien,” katanya.

Selain itu, kata dia, ada informasi pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jateng yang juga akan melakukan tindakan otopsi pada korban pasien amandel sehingga mempermudah untuk mengetahui penyebab kematian Yoyok.  “Semua ini, kami lakukan untuk mengetahui apakah adanya malapraktik atau tidak,” katanya.

Kabid Yanmed RSUD Batang Utari mengungkapkan bahwa pasca kejadian, pihak RSUD sudah ke keluarga besar korban di Wonopringgo. “Pada awalnya keluarga dekat korban sudah mau menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun ada sebagain yang tidak terima, sehingga lapor polisi,” jelasnya.

Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus dugaan malapraktik yang dilakukan oleh seorang dokter berinisial RDH di RSUD Kalisari, Kabupaten Batang.

Polres Batang akan memintai keterangan dari pihak terkait termasuk pelapor dan terlapor.

“Pasti melibatkan Labfor (Laboratorium Forensik) Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang untuk melakukan otopsi. Sehingga bisa diketahui apa penyebab meninggalnya pasien,” katanya.

Selain melakukan otopsi, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap cairan-cairan atau obat yang digunakan dalam penanganan operasi yang menyebabkan korban meninggal dunia. “Jadi harus dibuktikan dulu, apakah benar ada pelanggaran prosedur oleh dokternya. Semua akan diperiksa,” kata Agung.

Seperti diketahui, seorang dokter di RSUD Kalisari, Kabupaten Batang, dilaporkan ke polisi terkait dugaan malapraktik. Dokter berinisial RDH itu dilaporkan ke Polres Batang oleh Lian Murdianingsih, istri korban dugaan malapraktik. (han/ida)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...