33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Banyak Bangunan Mangkrak di Salatiga

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SALATIGA – Kinerja Pemkot Salatiga di masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yulianto-Muh. Haris (Yaris) dipertanyakan. Sebab, banyak pembangunan fasilitas tidak dapat dinikmati masyarakat karena bangunannya mangkrak. Bangunan yang mangkrak di antaranya GOR Indoor di kompleks Stadion Kridanggo, bekas Terminal Soka, Pasar Jetis, Pasar Sapi, dan Terminal Angkota Tamansari.

”Kami kecewa dengan banyaknya bangunan yang mangkrak, menyebabkan tatanan kota kurang nyaman dilihat. Dengan banyaknya bangunan mangkrak menandakan pimpinannya kurang matang, khususnya dari sisi perencanaan,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Salatiga, M Didik Nugroho, Kamis (2/2).

Pihaknya mendorong pemkot segera menyelesaikan masalah tersebut. Bahkan ia meminta jika pemerintah tidak mampu bisa mengajak semua organisasi yang ada di Salatiga agar bisa terlibat dalam perencanaan pembangunan. Dia juga berharap wali kota dan wakil wali kota terpilih nanti dapat menyelesaikan pembangunan yang belum selesai dan menata Kota Salatiga menjadi kota yang nyaman dengan penataan kota yang indah.

Didik juga meminta pemimpin terpilih agar lebih transparan dalam melaksanakan program. Selain itu, program yang akan diwujudkan bermanfaat untuk masyarakat dan tentunya tidak korupsi. Didik juga meminta apabila para pemimpin tersebut terindikasi KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) bersedia turun dari jabatannya.

”Saat masih menjadi calon pemimpin, mereka sudah mendeklarasikan kredibilitas yang katanya baik dan antikorupsi, maka dari itu harus terima konsekuensi ketika terindikasi KKN harus bersedia mundur dari jabatan,” tandasnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Salatiga, Suniprat, juga sempat menilai dalam lima tahun terakhir pemerintahan Yaris dinilai gagal. FPDIP mencatat selama rentang waktu tersebut banyak rencana pembangunan, terutama proyek infrastruktur yang sudah dianggarkan di APBD Salatiga tidak terealisasi. Sejumlah proyek besar yang gagal dilaksanakan, antara lain pembangunan Pasar Rejosari, Pasar Jetis, Pusat Kuliner Salatiga di bekas Terminal Soka, dan revitalisasi Terminal Angkota Tamansari.

”Silpa APBD Kota Salatiga sebesar Rp 336 miliar, juga merupakan salah satu indikator tidak maksimalnya pemerintahan dalam melaksanakan pembangunan,” kata Suniprat.

Sama halnya dengan penilaian, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Salatiga, Anto Prima Atmaja. Dia mengaku sangat kecewa dengan sejumlah bangunan yang mangkrak tersebut. Menurut dia, sebelum dibangun tempat-tempat tersebut selalu ramai, tetapi setelah dibangun justru mangkrak.

Menurutnya, ketidakmampuan pemerintahan membuktikan perencanaan pembangunan tidak berhasil, melainkan merusak tatanan perekonomian masyarakat tradisional yang ada di pasar. Ia menyatakan, untuk melaksanakan pembangunan harus menyinergikan semua pihak. Tentunya komunikasi antara eksekutif dan legislatif harus lancar, serta bersedia melibatkan semua paguyuban pedagang.

”Pimpinan harus bisa merangkul semua pihak, khususnya yang selalu mengkritisi kebijakan pemerintah. Dengan merangkul seluruh rakyat, maka rakyat akan merasa terayomi, maka dapat menumbuhkan iklim positif bagi perekonomian di Salatiga,” ungkapnya.

Pihaknya melihat pemerintahan saat itu terkesan tidak peduli dengan kondisi bangunan-bangunan yang mangkrak.

Menanggapi banyaknya bangunan mangkrak tersebut, Kabag Humas Pemkot Salatiga, Sri Satutik, menyatakan, bangunan-bangunan tersebut merupakan aset yang sudah direncanakan pemanfaatannya oleh Pemkot Salatiga. ”Nantinya akan ditindaklanjuti pelaksanaannya oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai urusan dan kewenangannya, tentunya berdasarkan prosedur yang ada,” kata Sri singkat. (jks/aro/ce1)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pakai Mukena, Ternyata Laki-Laki

SALATIGA – Jemaah salat subuh di masjid As Sarkowi, Kelurahan Pulutan, Sidorejo geger. Salah satu jemaah saat yang bermukena ternyata seorang pemuda. Sontak, pemuda yang...

Bidan PTT Tolak Jadi Pegawai Kontrak

TEMANGGUNG–Puluhan bidan desa yang berstatus sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Temanggung, kemarin, berunjuk rasa. Mereka menggalang seribu tanda-tangan,...

Panen Padi Tak Maksimal

DEMAK- Setelah kerugian besar diderita petani pada panen musim tanam pertama (MT I) lalu, kini petani juga dihantui kerugian serupa saat panen musim tanam...

Jateng Bisa Jadi Daerah Percontohan Bencana

SEMARANG – Tidak adanya anggaran gaji dan kegiatan bagi 861 PNS peralihan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dikhawatirkan membuat bencana lebih sering...

Mayat Bayi Ditemukan dalam Tas

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Sesosok bayi mungil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal di tepi makam Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen. Jasad bayi laki laki yang ada dalam tas...

Gelar Open House, Serap Aspirasi

KAJEN - Untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam peningkatan kualitas pelayanan, RSUD Kajen, Senin (21/8) menggelar Open House atau Wisata Rumah Sakit selama 5 hari mulai...