31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Rawan Longsor dan Puting Beliung

TEMANGGUNG – Curah hujan yang tinggi diperkirakan masih akan terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung memperingatkan masyarakat untuk waspada dan melakukan antisipasi dini bencana.

Kepala BPBD Kabupaten Temanggung Agus Sudaryono menuturkan, beberapa bencana yang paling rentan terjadi saat memasuki cuaca tak menentu seperti ini dintaranya adalah angin puting beliung, banjir, tanah longsor dan kebakaran. Untuk angin puting beliung, BPBD mencatat setidaknya ada 10 titik lokasi yang memiliki potensi besar terjadi bencana. Kesepuluh lokasi itu, adalah Kecamatan Tretep, Bulu, Kedu, Temanggung, Tlogomulyo, Selopampang, Parakan, Bansari, Ngadirejo dan Kledung. Hal ini dikarenakan letak geografis yang berada di lereng gunung.

“Bahaya lain akibat hembusan angin besar adalah terjadinya bencana kebakaran. Mengingat akibat hembusan angin, api semakin cepat merambah dan berkobar,” kata Agus di kantornya, Rabu (1/2).

Selanjutnya, bencana longsor menjadi prioritas perhatian di 11 kecamatan. Yakni Gemawang, Kaloran, Tretep, Candiroto, Kledung, Wonoboyo, Jumo, Pringsurat, Bejen, Bulu dan Kandangan. “Puncak musim penghujan biasanya terjadi saat memasuki periode Januari hingga Februari tiap tahunnya,” ucapnya.

Agus juga mengimbau pada masyarakat yang kerap beraktivitas di sungai seperti menambang, mencari batu dan memancing agar berhati-hati karena rawan berarus kuat. “Di Kabupaten Temanggung terdapat beberapa aliran sungai yang patut diwaspadai. Antara lain Sungai Kuas, Progo, Galeh (Parakan) dan Teguru (Bejen),” jelas Agus. (san/ton)

Latest news

Related news