31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Napi Nusakambangan yang Kabur Berhasil Ditangkap

MAGELANG-Dua narapidana kasus narkoba yang sempat kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Batu Nusakambangan berhasil kembali ditangkap. M Husein, 43, ditangkap tim gabungan di sekitar lapangan tenis, tidak jauh dari Lapas Batu Nusakambangan, Rabu (1/2) sekitar pukul 04.45 WIB.

Syarjani Abdullah, 40, sudah lebih dulu tertangkap oleh petugas saat hendak membeli rokok di sebuah warung, Senin (30/1) lalu. Keduanya yang kabur dari balik jeruji besi pada Sabtu (21/1) itu, untuk sementara diasingkan di sel khusus.

”Mereka mendapatkan pengawasan khusus. (Saat) ini sedang dalam proses pemeriksaan,” tutur Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sutrisman dalam keterangan pers di Lapas Kelas IIA Magelang, Rabu (1/2).

Sutrisman menjelaskan, semenjak tim gabungan yang berasal dari 7 lapas berhasil menangkap Syarjani, petugas lantas menyisir daerah yang diyakini selama ini menjadi tempat persembunyian favorit para tahanan yang kabur. Pihaknya saat itu juga optimistis dengan bantuan intelijen mampu segera membekuk Husein. Sebab, selain di Nusakambangan sulit menjumpai warung, dari dermaga Sodong, di sisi kiri berupa hutan nipah dan kanan terdapat tanah berlumpur.

“Tentu sebagai manusia berapa lama bertahan tetap butuh makan. Jadi kita yakini pelaku tidak akan terlalu jauh. Benar saja, Husein kami bekuk di seputaran lapangan tenis sekitar lapas,” jelasnya.

Atas ulahnya kabur dari penjara tersebut, Syarjani dan Husein dipastikan akan mendapatkan hukuman disiplin sesuai aturan. Pihak lapas terkait bakal mencabut hak-hak narapidana seperti pada umumnya. “Dijenguk sanak saudara pun sebuah hak. Jadi akan kita cabut itu (hak dijenguk keluarga),” tegasnya.

Masih menurut Sutrisman, pihaknya berjanji akan melakukan sejumlah evaluasi setelah kedua narapidana kasus narkoba ini ditangkap. Kedua narapidana berhasil kabur dengan memanfaatkan titik kosong dalam lapas yang tidak dijaga petugas. Maklum, lapas I Batu saat itu hanya dijaga 6 petugas.

”Untuk menjaga Lapas dengan 368 penghuni, idealnya dijaga 20 petugas,” terangnya usai memberikan pengarahan tentang Peningkatan Pengamanan bagi Kepala UPT dan Petugas Pemasyarakatan di Lapas IIA Magelang itu.

Didampingi Kakanwil Kemenkumham Jawa Tengah Bambang Sumardiyono dan Kalapas IIA Magelang Budi Sarwono, Sutrisman mengimbuhkan, evaluasi juga dipastikan menyentuh sistem keamanan berbasis teknologi informasi (IT). Upaya yang akan dilakukan diantaranya menambah kamera pengawas CCTV di dalam dan luar Lapas. Termasuk, pemeriksaan tamu yang akan berkunjung ke Nusakambangan akan diperketat.

”Kami juga masih dalam proses pembangunan penjara dengan status maximum security untuk narapidana berisiko tinggi. Realisasinya tahun 2018. Selain ada CCTV juga ada x-ray,” tandasnya. (cr1/ton)

Latest news

Related news