31 C
Semarang
Jumat, 7 Mei 2021

Bupati Tingkatkan Status, Jadi SMP Negeri

KAJEN-Bencana alam di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kecamatan Kadangserang, telah mengakibatkan jalan sepanjang 3 kilometer terputus. Akibatnya siswa SMP Satu Atap Desa Bodas, yang berasal dari Dukuh  Pringamba, Desa Klesem, harus memutar melalui bukit sejauh 10 kilometer.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat meninjau lokasi bencana, Rabu (1/2) kemarin, menyempatkan diri mengajar dan memberikan motivasi kepada 270 siswa SMP Satu Atap di Desa Bodas. Bupati tersentuh dengan semangat siswa SMP Satu Atap yang rela berjalan sejauh 4 hingga 10 kilometer dengan berjalan kaki, hanya untuk bersekolah.

Anita, 14, siswa kelas VIII SMP Satu Atap mengungkapkan bahwa sejak jalan di Dukuh Pringamba putus, dirinya bersama dengan 50-an siswa di desanya, setiap hari harus berjalan sejauh 10 kilometer dengan berjalan kaki, karena jalan terputus serta rusak.

Menurutnya waktu tempuh sebelum adanya jalan terputus hanya satu jam, kini harus 3 jam dan berangkat lebih awal, agar tidak terlambat sekolah. “Sejak adanya jalan putus, kami harus berangkat sekolah pukul 04.30 pagi, agar bisa sampai sekolah jam 07.30,” ungkap Anita.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat memberikan motivasi kepada siswa mengatakan bahwa belajar dengan baik adalah penting. Dengan belajar, maka banyak ilmu pengetahuan yang diperoleh dan berguna untuk melakukan perubahan yang lebih baik untuk masa depan.

Menurutnya karena jumlah siswa SMP Satu Atap semakin banyak dan ruang kelas lebih dari 7 lokal, maka Pemkab Pekalongan berencana mengubah status sekolah, dari SMP Satu Atap di Desa Bodas akan menjadi SMP Negeri 3 Kandangserang.

“Pemkab Pekalongan akan segera mengubah status SMP Satu Atap menjadi SMP Negeri 3 Kandangserang, karena prestasi siswanya bagus. Jumlah siswanya juga lebih dari 200 dan setiap tahunnya meningkat, maka sudah selayaknya menjadi SMP Negeri 3 Kandangserang,” kata Bupati Asip.

Bupati juga menegaskan agar siswa SMP Satu Atap yang telah lulus, disarankan tidak langsung bekerja, tapi harus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Karena semakin tingginya pendidikan seseorang, maka semakin terbuka peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Menurutnya Pemkab Pekalongan akan melakukan pembangunan pendidikan pada daerah atas atau daerah pegunungan. Agar pemerataan pendidikan antara daerah bawah atau kota, bisa sama dengan pengembangan pendidikan di daerah pegunungan.

“Kami akan fokus melakukan pengembangan pendidikan di daerah atas, agar terjadi pemerataan pendidikan. Sekarang tidak ada lagi bahwa daerah atas tertinggal dalam pendidikan. Dalam waktu dekat Pemkab akan membangun SMK di Kecamatan Kandangserang untuk peningkatan pendidikan pada SDM di daerah atas,” tegas Bupati Asip. (thd/ida)

Latest news

Related news