31 C
Semarang
Selasa, 4 Mei 2021

Resapan Air Hilang, Bandungan Terancam Longsor

UNGARAN–Kawasan wisata Bandungan terancam bencana longsor. Pasalnya, wilayah tersebut kini dipenuhi bangunan villa, penginapandan hotel, yang mengurangi wilayah resapan air. Seperti halnya longsor yang terjadi di Bukit Hollywood Bandungan, yakni bukit yang berlokasi di atas Lingkungan Junggul, Kelurahan Bandungan, Rabu (1/2) kemarin.

“Sekarang berdiri puluhan bangunan rumah, penginapan dan tempat wisata. Padahal di situ adalah daerah tangkapan air,” ujar Camat Bandungan Nanang Septyono.

Nanang mengaku tidak tahu persis proses alih fungsi lahan di Bukit Hollywood. “Itu sudah terjadi jauh sebelum saya jadi camat. Siapa yang membuat model seperti itu, siapa yang melakukannya, yang menyetujui, saya tidak tahu,” katanya.

Yang pasti, lanjut Nanang, perubahan peruntukan Bukit Hollywood mulai terasa di masa reformasi. “Sejak tahun 96-97 hingga awal-awal reformasi, mulai muncul adanya aktivitas pembangunan di situ,” katanya.

Akibat perambahan daerah tangkapan air untuk kepentingan bisnis wisata dan perumahan inilah, Bukit Hollywood kerap dilanda bencana. Malah di tahun 2012, longsor memakan satu korban jiwa warga yang tinggal di Lingkungan Junggul. Terbaru, longsor terjadi pada Rabu (1/2) dini hari di tebing sisi timur, di bawah lokasi wisata Susan Spa.

Beruntung longsoran tebing setinggi 10 meter dan selebar 25 meter hanya mengenai lahan kosong tak jauh dari Bundaran Villa Permata. “Kami hanya bisa mengimbau pemilik lahan, pemilik tempat wisata maupun penghuni di perumahan itu untuk bisa meningkatkan kewaspadaan di musim hujan ini,” tuturnya.

Antisipasi longsor tersebut, lanjutnya, dengan penanaman tanaman tegakan, membuat sistem terasiring, memperhatikan sistem pembuangan air hingga memperhatikan tanda-tanda perubahan lingkungan seperti retakan tanah atau talud.

Sementara itu aktivis lingkungan Junggul, Budi Nugroho menyesalkan pembiaran alih fungsi lahan yang terjadi di Bukit Hollywood. Penataan ruang di kawasan tersebut menurutnya tidak jelas. “Selama ini Satpol PP kemana?” sindirnya.

Di sisi lain, pihak pengembang, pemilik lahan semena-mena memperlakukan alam. Menurutnya, pihak pengembang tidak melakukan perhitungan cermat saat membangun. Seperti halnya perhitungan kemiringan tebing, pembuatan talud, menurutnya dilakukan dengan asal.

“Tidak melihat air yang jatuh itu larinya kemana. Mereka tidak memikirkan dampak yang terjadi. Kalau sudah seperti sekarang ini, siapa yang harus disalahkan?” katanya.

Menurutnya, apabila hal tersebut tidak diperhatikan kawasan wisata Bandungan terancam akan diserbu longsor apabila debit hujan tinggi. Dikarenakan wilayah resapan air yang banyak ditumbuhi bangunan gedung.

Bandungan merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Semarang. Saat ini telah berkembang pesat menjelma menjadi sebuah kawasan industri wisata dan hiburan. Ratusan penginapan dan villa, puluhan karaoke dan tempat wisata lain berjejal, berhimpitan, seolah berebut dengan kebutuhan pemukiman warga setempat. Lokasi strategis yang dianggap punya nilai jual wisata pun akhirnya terjamah oleh aktivitas betonisasi gedung. (ewb/ida)

Latest news

Related news