31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Tulisan Kampanye Dibuat Karyawan Kopkar

SALATIGA-Petinggi koperasi karyawan (Kopkar) Jitu PT Telkom Salatiga mengaku tidak tahu menahu adanya dugaan kampanye terselubung pada rekening pembayaran telepon. Ketua Kopkar Djohan Nurwiyanto dan pengawas Kopkar Djonaid Soepriyanto, Rabu (1/2) diperiksa tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Salatiga, yang terdiri dari jaksa, polisi dan panwas. Mereka diperiksa terkait temuan adanya tulisan ‘Salatiga Kondusif, Lanjutkan 2’ di belakang kertas struk pembayaran rekening.

“Kami memang tidak mengetahui adanya tulisan itu, karena form kertas dari kami kosong (tidak ada tulisan). Munculnya tulisan itu tanpa sepengetahuan kami dan juga PT Telkom,” kata Djohan Nurwiyanto usai memberikan keterangan di Panwas Salatiga, kemarin.

Namun demikian, selaku pengawas Kopkar PT Telkom Salatiga, ia merasa kecolongan terkait kata yang diduga kampanye terselubung tersebut. ”Jadi kami sama sekali tidak tahu, dan itu (tulisan kampanye) itu tidak boleh, harusnya di belakang struk harus kosong,” sebutnya.

Setelah ada laporan dari tim sukses Rudi-Dance, PT Telkom dan pengurus koperasi langsung melakukan klarifikasi terhadap karyawan koperasi dan ada yang sudah mengakui. Pihaknya juga memastikan, saat ini tulisan di belakang struk rekening Telkom sudah tidak ada. “Ada salah seorang karyawan koperasi karyawan (Kopkar) Jitu yang sudah mengakui yang mendesain dan mencetak tulisan di belakang struk itu,” ungkapnya.

Dari hasil klarifikasi, lanjut Djunaid, yang bersangkutan mengaku atas inisiatif sendiri. “Makanya untuk lebih jelasnya, biar nanti Panwas yang memanggilnya untuk klarifikasi,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Panwas Kota Salatiga Arsyad Wahyudi mengaku memang memanggil dua pengurus Kopkar Jitu untuk klarifikasi. “Yang jelas mencari tahu, bagaimana tulisan itu bisa muncul. Apakah sepengetahuan manajemen atau tidak,” katanya. Pihaknya juga sudah berencana untuk mengklarifikasi karyawan yang mencetak tulisan tersebut.

“Dari hasil klarifikasi yang dilakukan oleh Panwas dan juga pihak kejaksaan dan kepolisian, nanti kita kaji, apakah ada unsur pelanggaran atau tidak. Panwas dan tim Gakumdu bekerja profesional sesuai dengan aturan yang ada,” tandasnya. (jks/ton)

Latest news

Related news