Pendapat Ahli: Tindakan Terdakwa Jelas Penistaan Agama

  • Bagikan

SEMARANG – Sidang kasus penistan agama dengan terdakwa Andrew Handoko Putra kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (1/2) kemarin. Sidang digelar dengan agenda mendengarkan keterangan ahli.

Dalam sidang yang dipimpin hakim Pujo Unggul tersebut, Jaksa menghadirkan ahli hukum pidana Universitas Diponegoro Semarang, Pujiono. Di hadapan hakim, Pujiono yang dalam kasus ini juga di BAP menyebutkan bahwa penerapan Pasal 156 huruf a terhadap terdakwa Andrew Handoko sudah tepat.

Dari fakta dan saksi, pria yang didakwa melakukan perobekan Alquran di sebuah rumah kos kawasan Green Park Kamar Lavender, Jalan Pleret Raya Sumber Banjarsari, Solo ini secara subjektif dan objektif telah memenuhi unsur pasal tersebut.

”Dia tahu bahwa Alquran adalah kitab suci agama Islam, dan dia menghendaki untuk melakukan hal itu,” katanya. Dengan demikian, unsur dengan sengaja pada Pasal 156 huruf a telah terpenuhi.

Lebih lanjut, dari segi usia dan pendidikan terdakwa sudah mencukupi untuk memenuhi unsur tersebut. Menurutnya, terdakwa mengetahui bahwa perbuatan yang dilakukan itu dapat menimbulkan akibat. ”Itulah unsur subjektif dan objektif sudah terpenuhi dalam pasal yang diterapkan pada diri terdakwa,” jelasnya.

Selama sidang berlangsung, terdakwa hanya mendengar keterangan ahli. Ketua majelis kemudian menunda sidang untuk memberikan kesempatan kepada terdakwa menghadirkan saksi meringankan.

”Dipersilakan kepada terdakwa menghadirkan saksi meringankan pada sidang berikutnya. Sidang ditutup,” pungkas Pudjo.

Dalam kasus ini, Andrew diancam pidana pasal 156 huruf a, atau pasal 156 KUHP tentang penistaan agama, dan subsider pasal 406 ayat (1) tentang perusakan barang milik orang lain. (sga/zal/ce1)

  • Bagikan