31 C
Semarang
Senin, 17 Mei 2021

Ajak Masyarakat Rukun dalam Perbedaan

SEMARANG – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang ke-91, Selasa (31/1) malam berlangsung sederhana. Ratusan warga NU dari berbagai kecamatan datang untuk memperingati lahirnya ormas tersebut.

Wakil Ketua PCNU Kota Semarang Agus Fathuddin Yusuf mengatakan kepada kadernya dan seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan walaupun hidup dalam perbedaan. Yang paling penting adalah menjaga pluralitas dalam pandangan agama. ”Warga NU harus paham jika pluralitas itu adalah sunnatullah. Harus dijaga dan hidup rukun dengan umat lainnya,” katanya saat ditemui usai acara peringatan Harlah ke-91 di Hotel Pandanaran Semarang.

Mengangkat tema ”Refleksi dan Khotmil Quran menyambut Hari Lahir Ke-91 Nahdlatul Ulama (NU)”, dia menjelaskan jika dalam Alquran  dicatat bahwa manusia diciptakan dan  dilahirkan di bumi serta ditakdirkan berbeda. Jadi pandangan jika keberagaman itu jelek bisa diartikan dengan menyalahi sunnatullah.

”NU mengajak untuk menyerukan kedamaian dan kerukunan dalam perbedaan, sebagaimana dijanjikan dalam Alquran menjadi bangsa yang ’Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghofur,” tuturnya.

Untuk memandang perbedaan yang ada, sikap umat Islam dalam menghadapi perbedaan tersebut yakni dengan ’ukhuwah’ atau persaudaraan. Mulai dari ukhuwah islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wathoniyah.

Dalam peringatan Harlah ke-91 dilakukan dengan cara sederhana yakni menghidangkan 91 tumpeng sebagai bentuk upaya nguri-uri. Total ada sekitar 131 tumpeng, tetapi sisanya kemudian dibagikan ke panti-panti asuhan dan pondok pesantren. ”Tumpeng sengaja dihadirkan sebagai bentuk rasa syukur dan melestarikan budaya, tumpeng ini berasal dari kader NU namun ada juga tokoh Tionghoa Semarang, yakni Harjanto Halim dan lainnya,” pungkas Agus.

Dalam kegiatan kemarin malam dihadiri beberapa tokoh di Jateng. Di antaranya Wakapolda Jateng Brigjen Pol Firli, Rois Syuriah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail, mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, dan Sekda Kota Semarang, Adi Tri Hananto.

Terpisah, Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom menambahkan jika saat ini umat Islam di dunia ataupun di Indonesia sedang menghadapi masalah intolerani, di mana Presiden AS Donald Trump melarang penduduk dari beberapa negara muslim masuk ke AS. ”Ini menjadi tantangan umat Islam, NU sendiri berkomitmen untuk  mengawal guna menjaga keutuhan NKRI,” tambahnya. (den/ric/ce1)

Latest news

Related news