31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Timbulkan Kemacetan Baru

SEMARANG – Hari pertama pemberlakuan jalan searah  di Jalan MH Thamrin, Jalan Gajahmada dan Jalan KH Ahmad Dahlan tidak berjalan mulus. Pasalnya, pemberlakuan jalan menjadi satu arah itu justru menimbulkan kemacetan baru di lokasi lain.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarangi, kemacetan terjadi di sejumlah titik. Di antaranya, perempatan Kampung Kali-MH Thamrin-Batan Miroto; perempatan Kampung Kali-Gajahmada; Jalan Mayjend Sutoyo Kampung Kali, Jalan Kartini depan Pasar Langgar, Jalan Ki Mangunsarkoro dan Jalan Dr Cipto.

Kemacetan di simpang empat Kampung Kali-Jalan MH Thamrin-Batan Miroto lantaran terjadi pertemuan arus kendaraan dari arah Jalan Kampung Kali, arah Jalan Batan Miroto, serta dari arah Jalan Pemuda menuju Jalan Pandanaran. Selain itu, juga lantaran jarak traffic light samping kantor biro umrah dan haji Fatimah Zahra itu berdekatan dengan traffic light depan KFC Pandanaran.

”Dari tadi macet terus. Sebab, traffic light sini jaraknya berdekatan. Traffic light di depan KFC Pandanaran belum jalan, sudah ditumpuki kendaraan di belakangnya. Akibatnya, kendaraan mengular sampai perempatan Kampung Kali-Thamrin sini, yang menimbulkan krodit,” ungkap Rozak, warga Pekunden kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (2/1).

Menurutnya, lampu traffic light di ruas jalan searah tersebut harus diatur ulang. Nyala hijau dari arah Jalan Pemuda harus dibuat lebih lama. Dengan begitu, arus kendaraan tidak sampai menumpuk. ”Harus diatur lagi waktunya. Kalau gak ya begini terus. Karena nyala hijaunya cepet banget,” katanya.

Rozak tidak keberatan Jalan MH Thamrin jadi jalan searah. Sebab, hal itu untuk mengurangi kemacetan meskipun pengguna jalan harus memutar lebih jauh dan memakan waktu. ”Tapi, kalau malah menciptakan kemacetan baru ya perlu ditinjau ulang,” ucapnya.

Kemacetan baru juga terjadi di sepanjang Jalan Mayjend Sutoyo Kampung Kali arah timur menuju barat. Penumpukan kendaraan mengular hingga Jalan MT Haryono. Selain itu, Jalan Ki Mangunsarkoro yang tadinya longgar dilewati kendaraan juga mengular mulai Kampung Kali hingga traffic light persimpangan Jalan Ahmad Yani-Admodirono. Di persimpangan ini terlihat arus lalu lintas menjadi semrawut lantaran dari arah Jalan Admodirono maupun Ki Mangunsarkoro sama-sama menyeberangi jalan.

Krodit juga terjadi di persimpangan Jalan Ahamd Yani-Jalan Seroja di depan SPBU atau samping RRI Semarang. Karena banyak kendaraan yang memanfaatkan jalan tersebut sebagai jalan pintas, ketimbang harus putar jauh. ”Di sini tidak ada traffic light-nya, kendaraan saling serobot. Jadinya, malah macet,” keluh Ahmad Inung, pengguna jalan warga Pedurungan.

Inung berharap, petugas dinas terkait berjaga di lokasi tersebut untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas.  ”Saya setuju dibuat jalan searah kalau tujuannya untuk mengurangi kemacetan. Tapi harus memperhatikan aspek-aspek keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan,” harapnya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Tri Wibowo, mengatakan, setelah diberlakukan jalan searah mulai pukul 09.00 kemarin, arus lalu lintas Jalan MH Thamrin dan Jalan Gajahmada relatif lancar.

”Memang ada beberapa penggal yang padat, karena masyarakat belum bisa memilih jalan dan belum familier. Mungkin dalam tiga hari ke depan belum lancar, tapi setelah itu satu mingguan sudah bisa normal,” katanya.

Menurut Tri Wibowo, penumpukan kendaraan di beberapa titik lantaran pembongkaran median jalan belum selesai. ”Jadi orang masih ragu untuk menggunakan jalur yang kanan. Nanti kalau median jalan sudah dibongkar akan menjadi empat lajur dan tidak lagi terjadi penumpukan,” ujarnya optimistis.

Selain itu, pihaknya juga akan mengatur ulang waktu traffic light. Sehingga tidak akan terjadi penumpukan kendaraan yang panjang karena nyala hijaunya terlalu cepat.
Ditambahkan, setelah pemberlakuan jalan searah tahap III ini selesai, pihaknya bersama Satlantas Polrestabes Semarang akan memberlakukan jalan searah tahap IV, yakni Jalan Imam Bonjol dari Tugu Muda ke arah perempatan Indraprasta; Jalan Pemuda dari depan Paragon Mal ke arah Tugu Muda, dan Jalan Piere Tendean dari perempatan Indraprasta ke arah Jalan Pemuda.

”Rencana, mulai tanggal 17 Febuari ini. Pemberlakuan jalan searah ini memang tidak langsung serentak sekaligus, tapi secara bertahap. Kalau sekaligus, orang jadi bingung dan malah macet,” katanya. (mha/aro/ce1)

Latest news

Related news