33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Ulat Bulu Mewabah di Desa Cepiring

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL—Warga Dusun Cepiring Timur, Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring digegerkan dengan kemunculan ulat bulu di lingkungan mereka. Selain membuat gatal dan alergi, jumlah ulat bulu sangat banyak sehingga membuat banyak warga jijik dan geli saat melihatnya.

Sebab ulat bulu yang jumlahnya mencapai ribuan ini, tidak hanya menyerang tanaman. Tapi sudah masuk ke rumah-rumah warga, sehingga banyak warga kebingungan dalam mengatasinya.

Kondisi ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk bisa mengusir ulat bulu tersebut. Mulai dari menebang pohon, membakar dan membersihkan lingkungan. Tapi hasilnya sia-sia, ulat bulu tersebut setiap hari semakin banyak dan besar ukurannya.

Malah ribuan ulat bulu tersebut beralih mencari tempat perlindungan dengan masuk-masuk ke rumah warga. Hal tersebut membuat banyak warga terutama perempuan dan anak-anak terserang alergi gatal.

“Jadi kalau bulu si ulat bulu terkena kulit membuat orang terkena gatal-gatal. Bahkan orang yang alergi bisa merasakan panas gatal dan kulitnya bentol-bentol besar kemerahan,” kata Sulkhan, warga setempat, kemarin (31/1).

Diakuinya, ulat bulu tersebut datang seperti wabah. Yakni tiba-tiba muncul tanpa tahu asal-usulnya. Sebab kemunculan ulat ini baru pertama kali di desa tersebut. “Tahun sebelum-sebelumnya tidak pernah ada. Jadi baru kali ini datang dengan jumlah yang sangat banyak,” jelasnya.

Hal senada dikatakan oleh Ernawati, pamong Desa Cepiring. Ia menambahkan, kemunculan ulat bulu sudah terjadi lebih dari sepekan terakhir ini. Akhirnya warga melaporkan kemunculan ulat bulu ini kepada kepala desa. Sampai akhirnya dilaporkan ke Dinas Pertanian dan Pangan. “Pohon sudah ditebangi warga dan setiap hari selalu dibakar, tapi nyatanya tidak membuahkan hasil,” paparnya.

Akhirnya oleh Dinas Pertanian dan Pangan dilakukan pembasmian hama ulat bulu tersebut dengan cara disemprot menggunakan cairan insketisida. “Sekarang masih ada, tapi jumlahnya sudah mulai berkurang,”akunya.

Kasi Perlindungan Tanaman dan Pengendali Hama, Dinas Pertanian dan Pangan, Setyo Budi membenarkannya. Pihaknya bersama-sama warga sudah melakukan penyemprotan terhadap tanaman dan ulat-ulat bulu menggunakan insektisida. “Ada 10 petugas dibantu warga yang menyemprotkan insektisida ke permukiman warga dan lingkungan maupun tanaman,” tuturnya.

Sedikitnya hingga kemarin telah menghabiskan empat liter cairan insektisida.Tapi pihaknya akan terus memantau perkembangannya. Jika memang masih banyak, pihaknya akan melakukan penyemprotan kembali.

Menurut Setyo, kemunculan ulat bulu bukanlah hal aneh. Tapi memang sudah rutin setiap tahunnya pada bulan antara Januari atau Februari. Tapi tempatnya bisa berpindah-pindah. Karena ulat bulu ini berasal ulat yang sudah berubah menjadi kupu-kupu, kemudian bertelur. “Tergantung dari kupu-kupu itu banyak bertelurnya dimana,” akunya.

Di Kendal sendiri, beberapa tempat yang pernah diserang hama ulat bulu di Kecamatan Brangsong, Ringinarum dan Kendal. “Pembiakan jenis ulat bulu memang kerap terjadi pada Januari dan Februari. Awalnya biasanya menyerang daun pohon dan merambah di rumah warga,” tambahnya. (bud/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jurus Jitu Agar Pelajaran Olahraga Semakin Disuka

RADARSEMARANG.COM - PELAJARAN Olahraga umumnya hanya diminati oleh sebagian besar siswa laki-laki. Meskipun jam olahraga sangat dinantikan, namun hanya sebagai alasan agar siswa dapat...

Usai Ngamar Tak Dibayar, Curi Motor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Nekat mencuri sepeda motor merk Yamaha Mio, seorang anak di bawah umur berinisial NW, 14, dijebloskan ke jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...

Hidupkan Kembali Desa Wisata

BANDUNGAN - Desa Sidomukti kecamatan Bandungan akan menghidupkan kembali Desa wisata yang sempat vakum. Selain memberdayakan masyarakat sekitar, adanya Desa wisata dinilai mampu meningkatkan...

Disiapkan 10 Titik Exit Tol Sementara

SEMARANG - Jumlah kendaraan yang masuk ke Jateng lewat jalan tol saat mudik Lebaran mendatang dipastikan bakal bertambah. Jika sistem ganjil-genap tidak jadi diberlakukan...

Bisnis Jasa Make-Up

DI sela kesibukan kuliah, Nimas Arini Hapsari melakoni bisnis jasa make-up. Tak jarang, perempuan yang mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dian Nuswantoro...

Kendaraan Mengular di Jalur Pantura Kendal

KENDAL—H-2 Lebaran Idul Fitri, arus mudik di Jalur Pantura Kendal mengalami kemacetan panjang. Kendaraan dari arah barat mulai terjebak macet setelah keluar dari exit...