33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Sulit, Evakuasi Longsoran Tebing

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MUNGKID-Bencana tanah longsor masih menghantui masyarakat Kabupaten Magelang. Hujan deras yang terjadi pada Senin siang (30/1) lalu, mengakibatkan sedikitnya lima titik longsor di Kecamatan Sawangan dan Pakis. Sisa material tanah dan batu yang mayoritas menutup akses jalan, baru bisa dievakuasi kemarin pagi.

Di Kecamatan Sawangan, longsor terjadi di dua titik di Dusun Wonolelo, Desa Wonolelo. Tebing ambrol akibat guyuran hujan, menggugurkan material setinggi 13 meter dan lebar 10 meter. Tidak jauh dari lokasi, tebing dengan ketinggian 20 meter dan lebar empat meter—tepat berada di atas jalan raya—juga terjadi longsor.

Kepala Desa Wonolelo, Marpomo, mengatakan, hujan deras terjadi sejak pukul 14.00 dan baru reda sekitar pukul 16.30. Namun, longsor baru terjadi pada malam hari.

”Akses kendaraan macet total dan tidak ada jalur alternatif. Warga tidak berani membersihkan karena kondisi gelap,” kata Kades Marpomo.

Warga dan relawan baru melakukan pembersihan sekitar pukul 05.30 kemarin. Proses evakuasi berlangsung sulit, karena warga menggunakan peralatan ala kadarnya. Guguran longsor berupa tanah bercampur bebatuan besar. Dua alat berat dari Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, baru diterjunkan sekitar pukul 10.30 untuk mempercepat proses evakuasi.

”Setelah dibantu alat berat, motor dan mobil baru bisa melintas. Tetapi masih diterapkan buka tutup jalan,” kata Kades Marpomo. Longsor juga menimpa dua titik wilayah tebing di Dusun Gintung, Desa Ketep. Salah satunya, terjadi tepat di sebelah kanan bekas tebing yang lebih dulu longsor pada Jumat (18/1) lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengakui telah memprediksi peristiwa tersebut. ”Saat proses evakuasi longsor dua pekan silam, kami menemukan retakan berbentuk tapal kuda yang kemudian longsor pada Senin malam,” tutur Edy.

Edy meminta masyarakat dan pengendara yang melintas di jalur penghubung Magelang – Boyolali untuk meningkatkan kewaspadaan. Baik saat terjadi maupun usai guyuran hujan. Sebab, pihaknya kembali menemukan retakan di sebelah kiri bekas longsoran, dengan retakan delapan meter dan kedalaman 30 sentimeter. Retakan yang dimaksud bahkan sudah ambles 50 sentimeter. ”Kalau sudah seperti itu, 80 persen sangat mungkin terjadi longsor susulan.”

Edy menyampaikan, pada saat bersamaan, longsor juga terjadi di Kecamatan Pakis. Tebing setinggi sepuluh meter longsor, dibarengi tumbangnya beberapa pohon. Kendati demikian, material longsor tidak sampai menutup jalur akses Sawangan-Pakis.

”Proses normalisasi badan jalan dari material longsor baru selesai siang. Kami berharap, masyarakat meningkatkan kewaspadaan utamanya hindari aktivitas di bawah tebing,” tegas Edy. (cr1/isk)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tak Yakin Tol Bisa Dilewati, Siapkan Jalur Alternatif

BATANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang tak yakin, proses pembangunan jalan tol Trans Jawa Pemalang-Batang bisa kelar dan dilewati selama musim mudik dan...

Curi Motor untuk Lebaran

KEBUMEN – Polsek Padureso Polres Kebumen berhasil membekuk pelaku pencurian kenadaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga Padureso. Pria berinisial NK, 22, warga Grabak Purworejo harus...

53 Pelanggar Ditilang

MAGELANG—Sebanyak 53 pelanggar lalu lintas kemarin mendapat tilang pada operasi yang dilaksanakan Polres Magelang di depan Pos Lantas Salam, Kecamatan Salam. Operasi pelanggaran kasat...

Sempat Dicibir, Aktivitas Peduli Sesama Jalan Terus

Menebar virus kebaikan menjadi visi yang selalu didengungkan oleh setiap anggota Komunitas Omah Harapan Demak (KOHD). Dengan semangat itu pula, komunitas yang berbasis medsos...

Kelas Disulap Jadi Pulau, Tumbuhkan Nasionalisme Siswa

TEMANGGUNG- Beragam kreasi, mulai produk kuliner dan benda ilmiah, dipamerkan siswa Toddler-KB-TK Cor Yesu dan SD Pangudi Utami Temanggung dalam ajang Edu Fun Days...

DPRD Sampaikan Catatan Strategis atas LKPJ Bupati TA 2017

RADARSEMARANG.COM - DPRD Kabupaten Magelang sampaikan catatan strategis terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Magelang tahun anggaran 2017 dalam agenda sidang paripurna Senin kemarin...