33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Sedan Vios Hajar 8 Motor, 1 Tewas, 5 Luka

Keluar dari Parkir Basement RS Elisabeth

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Kawi Raya, Kelurahan Wonotingal, Candisari, tepatnya di depan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) St Elisabeth Semarang. Sebuah mobil Toyota Vios bernopol H 7581 TW warna hitam yang dikemudikan Sunarno, 77, warga Jalan Menoreh IV No 02 RT 01 RW 07 Sampangan, Semarang yang keluar parkiran rumah sakit St Elisabeth menghantam delapan sepeda motor termasuk motor penjual bakso. Selain itu, lima warga yang tengah antre bakso, termasuk si penjual bakso ikut menjadi korban.

Akibat kecelakaan ini, seorang pembeli bakso, Septia Widyarini, 32, warga Jalan Borobudur Timur XI RT 06 RW 08, Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat, tewas seketika di lokasi kejadian. Korban tewas setelah sempat terpental dihantam mobil, kepalanya terkena pagar kampus Stikes St Elisabeth hingga menderita luka berat.

Sedangkan korban luka, masing-masing Kasmirah, 36, warga Bakaran Kulon RT 01 RW 02 Juwana, Pati, mengalami patah kaki kanan, dahi lecet dan luka pada kepala bagian belakang; Puji Rahayu, 22, warga Jalan Jatiluhur No 316 RT 01 RW 05 Ngesrep, Banyumanik, Semarang, mengalami luka memar; Nindi Kurnia Dewi, 25, warga Jalan Margorejo Barat RT 01 RW 04 Kemijen, Semarang, mengalami luka nyeri pinggul dan dada; Ali Sukindar, 42, penjual bakso warga Karanganyar Gunung RT 01 RW 01 Candisari, Semarang mengalami luka bakar pada punggung dan tangan akibat terkena tumpahan kuah bakso, serta  Esabella Marsya, 24, warga Jalan Margorejo Barat RT 01 RW Kemijen, Semarang, juga mengalami luka bakar pada bahu akibat terkena tumpahan kuah bakso. Kelima korban dirawat  di RS Elisabeth Semarang

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 13.30. Bermula ketika mobil sedan Toyota Vios bernopol H 7581 TW yang dikemudikan Sunarno keluar dari parkir basement RS St Elisabeth dalam kecepatan tinggi. Diduga saat itu pedal gas mengalami kerusakan  hingga mobil melaju kencang tidak bisa dikendalikan.

Pada saat bersamaan melintas sepeda motor Honda Scoopy bernopol K 6055 WS yang dikendarai Kasmirah memboncengkan Septia Widyarini dari arah timur (Tegalsari) ke barat (RS St Elisabeth). Tabrakan hebat tak bisa dihindarkan. Akibatnya, Kasmirah dan Septia terpental. Nahas dialami Septia. Dia tewas seketika dengan luka parah di bagian kepala. Sedangkan Kasmirah mengalami patah kaki kanan.

Menurut Kanit Laka Lantas Polrestabes Semarang AKP Sugito, setelah menghajar pengendara Honda Scoopy, mobil   menabrak sejumlah pembeli dan penjual bakso, selanjutnya menabrak pagar dan berhenti setelah menabrak lima sepeda motor yang terparkir.

”Tahu-tahu mobil itu keluar (basement) melaju kenceng banget, nyeberang Jalan Kawi Raya dan nabrak kerumunan warga yang antre membeli bakso,” ujar juru parkir di depan Kampus Stikes St Elisabeth, Jimi Valentina.

Menurut warga Bangetayu, Genuk ini, saat kejadian, dirinya sedang menata sepeda motor warga yang terparkir di lokasi kejadian. Bahkan, ia mengetahui persis saat mobil sedan tersebut menabrak pedagang bakso dan lima warga yang sedang antre. Tak hanya itu, dua motor yang sedang diparkir juga dihajar, yakni Honda Supra X bernopol H 2904 JZ milik penjual bakso dan Yamaha Mio bernopol H 2773 ER.

”Begitu nabrak, empat orang tergeletak, termasuk pedagang baksonya. Tiga korban cewek langsung dibawa ke RS Elisabeth. Satunya ditinggal karena sudah tidak bernapas alias meninggal,” katanya.

Setelah menabrak tiga motor dan keempat korban, mobil sedan yang dikemudikan Sunarno didampingi istrinya itu terus melaju hingga menabrak pagar kampus dan menerjang lima sepeda motor yang tengah terparkir di halaman kampus. Yakni, Yamaha Mio putih bernopol H 4892 WC milik Ira K, 20, mahasiswi warga Kemiri Raya Salatiga; Honda Legenda bernopol H 2490 Z milik Agus Supriyanto,66, warga Bukit Menur, Tembalang; Honda Supra Fit bernopol H 6649 JH milik Nanda Abi W, 21, mahasiswi bertempat tinggal di Lamongan Raya, Sampangan, Gajahmungkur; Honda Vario bernopol B 3463 KEZ milik Kartika Sari, 20 ,mahasiswi warga Cingkrong Grobogan,  dan Yamaha Mio warna merah bernopol H 2733 ER milik Bernardete, 20, mahasiswi. Bahkan, posisi mobil sampai nangkring di atas motor para mahasiswa Stikes St Elisabeth tersebut. Meski kondisi mobil rusak berat, namun Sunarno dan istrinya berhasil selamat.

”Saat kejadian, saya lagi di dalam kampus. Tiba-tiba terdengar suara keras, braak. Begitu saya keluar, posisi mobil sudah nangkring di atas beberapa motor mahasiswa. Untung tidak sampai mengenai anak-anak sini,” ungkap karyawan Stikes St Elisabeth, Bambang Untoro.

Nasib nahas dialami penjual bakso, Ali Sukindar. Tubuhnya melepuh akibat tersiram kuah bakso yang mendidih. ”Bahunya belakang melepuh, sekarang masih dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) RS Elisabeth,” kata Warno, tetangga korban.

Kapolsek Candisari, Iptu Dhayita Daneswari, yang turun di lokasi kejadian menjelaskan, informasi sementara dari pengemudi Sunarno, pedal gas mobilnya tidak bisa dikendalikan. ”Pengemudinya selesai terapi, kendaraan (mobil) keluar basement, merasa gasnya los. Itu keterangan pengemudi, namun kepastiannya belum tahu karena masih penyelidikan,” kata kapolsek muda ini.

Terkait adanya dugaan kelalaian pengemudi mobil tersebut, Dhayita mengatakan saat ini masih dilakukan pendalaman. ”Ini masih kita dalami lebih dulu, nanti yang menerangkan dari Unit Laka Lantas Polrestabes Semarang,” katanya. (mha/aro/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mahesa Jenar Masih Seret Gol

KEDIRI - Tim PSIS Semarang akhirnya harus puas bermain imbang 1-1 dalam laga uji coba versus Persik Kediri yang digelar di Stadion Brawijaya Kediri,...

Perbasi Gelar Kejurprov KU 18

SEMARANG - Pengprov Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jateng akan menggelar Kejurprov Basket KU 18 di GOR Mikae Sports Center Solo, 1-9 Juli...

Dikendalikan dari Lapas, Kurir Narkoba Dibekuk

SEMARANG- Eko PA alias Peyek, 25, harus berurusan dengan aparat Reserse Narkoba Polrestabes Semarang. Pemuda asal Weleri Kendal ini diringkus karena terbukti sebagai kurir...

Perda Hiburan Mendesak Diterbitkan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Untuk menghilkangkan atau membatasi keberadaan karaoke di wilayah Demak, maka perlu dibahas segera Raperda Hiburan menjadi Perda. Hal ini disampaikan anggota...

Endah Cahya Rini Jabat Kabag Humas

DEMAK-Sebanyak 28 pejabat eselon 2 dan 3 Pemkab Demak, kemarin sore, dilantik Bupati Demak HM Natsir di ruang Bina Praja. Hadir di antaranya Wabup...

Belajar Jurnalistik

Tim Jurnalistik SMK Citra Medika Magelang berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang di Jalan Veteran 55 Semarang, Selasa (19/9). Mereka ingin belajar...