33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Ribuan Alat Peraga Kampanye Ditertibkan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SALATIGA – Tim gabungan kembali menertibkan alat peraga kampanye (APK) seperti baliho, banner, spanduk dan stiker di 4 kecamatan yang melanggar aturan. Operasi penertiban oleh tim gabungan Satpol PP, KPU, Panwas, TNI, Polres, Dishub, Kesbangpol dan Bagian Perizinan Pemkot dilakukan selama 3 hari, mulai Senin (30/1) hingga Rabu (1/2).

Pada hari pertama, tim mencopot 1.369 APK milih pasangan calon Agus Rudianto-Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) yang didominasi stiker. Sebanyak 403 APK milik pasangan calon Yulianto-Muh. Haris (Yaris) yang didominasi banner juga ditertibkan. Pada hari kedua, giliran 2.281 APK milik Rudi-Dance dan 529 APK Yaris yang dicopot. Hari ini tim gabungan masih akan keliling Kota Salatiga.

Anggota Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwas Kota Salatiga Agung Mursito mengatakan, Panitia Pengawas Lapangan (PPL) dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) sudah mendata APK yang melanggar.

APK dinilai melanggar diantaranya karena dipasang di pohon, tiang listrik, sekolah, tempat ibadah dan menyalahi ketentuan jumlah maupun pemasangannya. “Atas pelanggaran tersebut, kami langsung merekomendasikan kepada KPU Salatiga agar ditertibkan,” kata Agung, Selasa (31/1).

Sebelum ditertibkan, KPU sudah memberikan surat peringatan kepada tim kampanye masing-masing paslon agar menurunkan APK sendiri. Mereka diberi tenggang waktu 1 x 24 jam. Jika tidak dicopot, maka KPU bersama tim penertiban yang turun tangan. “Total sudah ada ribuan alat peraga kampanye dari berbagai jenis yang diturunkan dan diamankan. Sebagian besar adalah stiker, kemudian banner,” sebutnya.

Anggota Divisi Perencanaan Data KPU Kota Salatiga, Syaemuri Albab menyatakan, KPU merupakan bagian dari Tim Penertiban APK yang dibentuk sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali). “Panwas merekomendasikan ke KPU terkait pelanggaran alat peraga kampanye. Kemudian dari surat rekomendasi pelanggaran APK itu, kami bersama tim melakukan penertiban,” kata Syaemuri singkat. (jks/ton)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lina Dendam Pernah Disepatani Korban

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dugaan Yuliana Anggraini alias Lina alias YA, 16, sebagai otak pembunuhan  terhadap istri pejabat Bank BRI, Meta Novita Handhayani, 38, terbukti....

Kapolres Tangerang: Hoax Charge Hp Meledak Kena Gas Hanguskan 1 Rumah

JawaPos.com - Akhir-akhir ini berita bohong atau hoax santer berkembang di sosial media. Salah satunya dari akun Mira Wongso yang kembali meresahkan warga atas...

Puluhan Hektare Sawah Terendam Rob

KENDAL — Puluhan hektare sawah di Kelurahan Karangsari terendam air rob selama dua tahun terakhir ini. Akibatnya, para petani tidak bisa menggarap, karena tanaman apapun...

Banyak Fasum Belum Ramah Difabel

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Masih banyak bangunan atau fasilitas umum (Fasum) di Jateng yang belum ramah terhadap difabel. Penyediaan fasum yang mudah diakses kaum difabel, masih menjadi...

Penyangga Kawasan Wisata Nasional Harus Diberdayakan

WONOSOBO – Upaya pemerintah dalam mendongkrak devisa dari sektor wisata mestinya ditangkap juga oleh penyangga 10 kawasan wisata prioritas. Salah satunya Wonosobo. Sebagai kawasan...

Rumah Mewah Tambakrejo Terbakar

KENDAL—Diduga akibat korsleting listrik, sebuah rumah mewah milik pasangan suami istri Masrokhim dan Siti Nuriyah di Desa Tambakrejo, Patebon, terbakar. Tidak ada korban jiwa,...