33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Perkuat Toleransi Umat Beragama

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat toleransi antarumat beragama. Hal ini sangat penting, mengingat sekarang ini banyak pihak-pihak tertentu yang berusaha untuk membuat kegaduhan. Dan yang terpenting, Indonesia bisa merdeka dan terbangun berdasarkan ribuan suku dan etnis.

”Penguatan toleransi beragama menjadi sangat penting agar kita tetap bisa bersatu,” katanya.

Salah satu yang perlu diwaspadai adalah kemajuan teknologi dan pengaruh media sosial. Bebasnya orang mengakses dan memanfaatkan media sosial seringkali digunakan untuk memecah belah persatuan masyarakat. Untuk itu, masyarakat harus bisa lebih cerdas dalam memanfaatkan media sosial. ”Jangan asal mem-posting berita palsu alias hoax. Masyarakat harus bisa memilah mana yang benar dan mana yang tidak,” ujarnya.

Sebenarnya Jateng merupakan salah satu daerah yang kondusif dan toleransi antarumat beragamanya bagus. Hal ini karena secara sosial, budaya, ekonomi dan sejarah Jateng merupakan daerah yang plural dan terus menjaga perbedaan. Justru perbedaan itulah malah bisa menyatu dan melebur untuk bersama menjaga NKRI. ”Toleransi di Jateng sangat bagus, dan semua guyub untuk hidup bersama dan bergotong royong tanpa melihat etnis, suku maupun agama,” jelasnya.

Masyarakat Jateng diminta bijak dalam memanfaatkan perkembangan media sosial. Terlebih saat ini banyak berita palsu atau hoax yang sengaja disebarluaskan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jika tidak disikapi dengan bijak, bisa saja berita-berita hoax tersebut memecah belah persatuan dan harmonisitas dalam bermasyarakat. Terutama anak-anak muda yang doyan bermain media sosial. ”Sekarang semua bebas untuk berbicara di medsos tanpa ada filter, ini harus diwaspadai dan harus bijak menggunakannya,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, banyak kasus yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir karena pengaruh medsos. Ia mencontohkan, aksi besar-besaran yang dilakukan umat Islam kepada calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama juga karena medsos. Bahkan, dalam beberapa kasus, unggahan di medsos bisa memecah persatuan dan membuat konflik di masyarakat. ”Jangan sampai memaksakan kehendak, apalagi dengan kekerasan. Karena itu bisa memecah persatuan masyarakat,” tambahnya.

Peran pemerintah sangat vital untuk tetap menjaga toleransi beragama dan keutuhan NKRI. Sebagai negara berlandasarkan Pancasila, negara harus bisa menjadi tameng agar keutuhan NKRI dan persatuan masyarakat tetap terjaga. ”Negara harus hadir, agar paham-paham radikalisme tidak memiliki tempat di sini,” tambahnya.

DPRD Jateng terus berkomitmen ikut menjaga toleransi antarumat beragama. Salah satunya dengan menggelar Wedangan bersama DPRD Jateng bertema ”Menjaga Kerukunan Beragama di Jateng” hari ini Rabu (1/2). ”Semua tokoh agama akan diundang dan duduk bersama agar toleransi dan persatuan masyarakat Jateng bisa terus terjaga,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bank Mega Hadir Di Transmart

SEMARANG-Bank Mega dalam upaya memudahkan masyarakat melakukan transaksi kini hadir di Transmart, jalan setiabudi Semarang. Kehadiran Bank Mega di Transmart merupakan salah satu sinergi...

49 Orang Berlomba Jadi Pustakawan Terbaik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 49 pustakawan se-Kota Magelang mengikuti pemilihan pustakawan berprestasi tingkat Kota Magelang tahun 2018 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip)...

Ada Kebanggaan di Simpang Lima

RADARSEMARANG.COM - KAMIS malam lalu saya ditugasi Manajer Iklan Jawa Pos Radar Semarang Sugiyanto ke Simpang Lima Semarang. Persisnya ke toko Istana Brilian di...

Sosialita Bangga Pakai Tas Batik

SEMARANG – Batik kini menjadi produk fashion yang semakin fleksibel. Tak hanya busana, namun tas batik, kini menjadi tren dan diminati. Para sosialita pun...

Turunkan 716 Mahasiswa, Ganjar Beri Motivasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebanyak 716 mahasiswa Universitas Khatolik (Unika) Soegipranata Semarang dilepas untuk terjun ke lapangan dalam rangka kegiatan kuliah kerja nyata (KKN). Para mahasiswa ini...

Kenalkan Sistem Inovasi Daerah

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemkab Demak terus melakukan berbagai inovasi kinerja dalam pembangunan. Untuk penguatan inovasi ini, telah dikenalkan sistem inovasi daerah (SIDa).  Hal ini mengemuka...