33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Dinas LH Tegur Pabrik Pengolahan Kayu

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN–Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Semarang kembali mengingatkan PT Makmur Alam Sentosa (MAS) untuk segera memperhatikan pengelolaan limbah produksinya. Pasalnya, pabrik pengolahan kayu di Desa Patemon Kecamatan Tengaran tersebut ditengarai membuang hasil limbah produksi di sungai.

“Dari laporan warga masyarakat begitu. Apalagi beberapa waktu lalu, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Jateng juga turun langsung menginvestigasi hal tersebut,” kata Kepala Dinas LH Nurhadi Subroto, Selasa (31/1) kemarin.

Dikatakan Nurhadi, terkait hal itu pihaknya juga sudah terjun ke lokasi sungai terdekat pabrik yang juga dikeluhkan warga setempat. “Itu masuknya Sungai Nobo. Dimana lokasi sungai, persis di belakang lokasi pabrik,” katanya.

Kasus tersebut sebenarnya sudah terjadi dari 2008, 2014 dan 2015. Dijelaskan Nurhadi, hal yang menjadi keluhan warga setempat yaitu perubahan warna air sungai menjadi hitam pekat. “Itu dari laporan warga, perubahannya tidak setiap hari, namun kadang dua hari sekali kadang tiga hari sekali,” tuturnya.

Selain itu, perusahaan pengolahan kayu tersebut ditengarai tidak memiliki izin P3, izin pembuangan limbah dan izin tempat penyimpanan sementara limbah. “Dari laporan beberapa pihak perusahaan tersebut tidak memiliki IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah), kita juga akan melakukan pengecekan hal tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan Nurhadi, pada 2015 sudah dilakukan pengawasan oleh Dinas LH. Dalam pengawasan tersebut sudah disampaikan temuan kepada perusahaan PT MAS terkait izin pembuangan limbah, ijin tempat penyimpanan sementara limbah, cerobong asap agar lebih ditinggikan lagi dan kolam khusus penyimpanan limbah.

Begitu pula terkait IPAL limbah padat seperti kardus, hasil olahan amplas kayu dan bekas-bekas gergaji. Namun hal tersebut tidak dihiraukanoleh pihak perusahaan. “Terakhir, hasil investigasi lapangan pada 17 januari 2017 ada temuan supaya perusahaan mengoptimalkan kinerja IPAL tersebut,” katanya.

Dikatakan Nurhadi, peringatan tersebut akan disampaikan secara tertulis kepada pihak perusahaan. “Jangan sampai tiba-tiba pihak kementerian turun dan menyegel pabrik,” katanya. Beberapa waktu lalu, Kementerian Lingkungan Hidup menyegel salahsatu pabrik pengolahan oli bekas di Kabupaten Semarang.

Penyegelan dilakukan lantaran buruknya pengolahan limbah B3 oleh pabrik tersebut. Ketika dikonfirmasi, General Affair (GA) PT Makmur Alam Sentosa (MAS), Nur Wasesa mengklaim pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala desa, RT dan RW sekitar perusahaan terkait dengan pengelolaan limbah produksi. “Kita akan segera perbaiki,” katanya.

Terkait surat izin limbah yang selama ini diduga belum dimiliiki oleh perusahaan pengolahan kayu tersebut, Nur Wasesa juga mengakui hal itu. “Pengajuan izin masih mental karena belum mencapai parameter. UKL/UPL sudah ada dari dinas, tapi utk ijin Amdal masih dalam proses penyesuaian,” katanya.

Diakuinya, limbah yang mencemari Sungai Nobo itu berasal dari emisi cerobong (air arang) di perusahaannya. Saat hujan deras, emisi cerobong itu mengalir ke sungai Nobo sehingga warna airnya menjadi hitam pekat. (ewb/ida)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...