31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Muhammadiyah Tolak Radikalisme

MAGELANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang secara keras menolak segala bentuk radikalisme. Utamanya potensi kebangkitan paham komunisme yang dikemas melalui propaganda melalui lambang palu arit yang sempat ditemukan di beberapa daerah.

”Kami patut khawatir atas fenomena kebangkitan paham radikalisme yang bepotensi tumbuh, akhir-akhir ini. Apalagi bertentangan dengan ideologi Pancasila,” tutur Ketua PDM Kota Magelang Solichin di Markas Kodim 0705/Magelang, Selasa (31/1).

Kegelisahan tersebut dicurahkan Solichin kepada Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Inf Hendra Purwanasari dalam safari lanjutan “Silaturahmi Kebangsaan”. Muhammadiyah Kota Magelang juga menolak keras wacana pencabutan TAP MPRS Nomor XXV/1966.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Hendra meyakinkan masyarakat untuk tenang namun tetap waspada. Sebagai aparatur negara, ia berkewajiban mempertahankan dan melakukan langkah antisipasi menghadapi isu bangkitnya ideologi komunisme dan ideologi lainnya.

”Di Magelang sendiri untuk kelompok radikal kiri dan kanan, bukan berarti tidak ada. Tetapi untuk aktivitasnya selama ini masih kita bisa pantau. Dan tidak ada yang menonjol,” ujar Hendra meyakinkan.

Hendra meminta PDM yang salah satunya bergerak di bidang pendidikan untuk turut andil mengantisipasi. Sehingga diharapkan, remaja atau pemuda yang karakternya belum terbentuk sempurna tidak terkontaminasi dengan hal negatif. Oleh karena itu, pemahaman konsep kebangsaan sesuai ideologi Pancasila harus ditanamkan sejak dini. (cr1/ton)

Latest news

Related news