31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Diminati Turis, Jadi Rujukan Mahasiswa IKJ

Batik Tarum Borobudur memiliki kekhasan yang berbeda dengan batik lainnya. Selain terbuat dari pewarna alami pohon Kalpataru, batik ini juga dibuat eksklusif dengan hanya satu motif per satu batik.

MENARIKNYA lagi, batik ini dirintis oleh seorang anggota Polres Magelang, Kukuh Tirta. Dia memberdayakan masyarakat sekitar Borobudur untuk menjadi pembatik. Hal ini membuat 232 mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ingin mengetahui secara detail proses pembuatan batik Tarum. Mereka lantas belajar secara teori dan praktik dari sang polisi.

Menurut Kukuh, untuk menghasilkan sehelai kain batik, dibutuhkan proses cukup panjang. Mulai merancang desain motif, membuat pola (sket gambar), canting, pewarnaan, sampai lorot. “Saya membuat batik Tarum Borobudur dengan motif daun Kalpataru dan dipadu motif relief Candi Borobudur. Setiap batik Tarum Borobudur adalah special edition, karena kami hanya membuat satu motif satu batik,” kata Kukuh yang tengah menempuh pendidikan SIP ini.

Selain mengembangkan batik Tarum Borobudur, Kukuh juga membina perajin batik di Desa Ngargoretno, Salaman. Hal ini secara tidak langsung berfungsi sebagai sarana mendekatkan diri antara polisi dan masyarakat.

Batik Tarum Borobudur tidak hanya digemari masyarakat Indonesia, tapi juga luar negeri. Banyak turis mancanegara yang mampir ke Tingal Laras untuk memborong batik warna alam. “Saya sudah mengekspor batik ke Inggris,” kata Kukuh.

Ketua Ekskursi IKJ 2017, Nicholas Wila Adi, mengatakan, perjalanan ekskursi selama satu minggu. Salah satunya, belajar membatik di Tingal Laras.

“Ini untuk meningkatkan apresiasi seni mahasiswa. Mahasiswa bisa memahami batik warna alam yang dibuat dari daun tarum atau indigofera tinctoria. Ini cara kami membuka wacana, dan wawasan apa yang akan mahasiswa jalankan selama kuliah,” jelas Nicholas. (vie/isk)

Latest news

Related news