31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

UMKM Dipromosikan Gratis

MAGELANG – Kendala biaya sering membuat pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Magelang kesulitan memromosikan produknya. Pemkot Magelang memfasilitasi ruang promosi dan penjualan produk-produk asli UMKM Kota Magelang di lantai 2 Pasar Rejowinangun.

Dari sekitar 5.012 unit UMKM, ada 83 unit usaha unggulan di Kota Sejuta Bunga yang ditampilkan. Rata-rata telah mengantongi izin usaha alias legal. Beragam produk seperti batik, makanan, minuman, mainan, kerajinan tangan, dan furniture disediakan di ruang promosi ini.

“Bukanya pukul 09.00 sampai 16.00 sore, dan dijaga oleh petugas dari Disperindag,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Joko Budiyono, Selasa (31/1) usai peresmian.

Ia berharap, ruang promosi ini mampu meramaikan pasar tradisional. Tentunya mengarah pada Pasar Rejowinangun sebagai salah satu tujuan wisata. “Wisatawan yang berkunjung ke kota, bisa mampir belanja oleh-oleh di sini,” tuturnya.

Pengusaha keripik sayur Jaya Makmur Esti Widayati merasa terbantu dalam mengembangkan usaha dan memperluas jaringan pemasaran. Ia menitipkan lima produk keripik sayur andalannya. Yakni, keripik terong, daun ketela, wortel, pare dan seledri. “Pemkot tidak menarik biaya apapun kepada kami. Harga produk-produk di sini tidak dinaikkan. Juga tidak ada sistem bagi hasil dengan dinas setempat. Malahan setiap sore kami akan mendapat laporan penjualan, dan uang hasil penjualan langsung bisa diambil,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Magelang, Yetti Biakti Sigit Widyonindito berpesan agar Disperindag makin getol dalam menarik wisatawan untuk belanja ke pasar tradisional. Sehingga, produk UMKM makin dikenal. “Ruang promosi sudah dirancang untuk memudahkan wisatawan mendapatkan produk UMKM Kota Magelang,” ucapnya. (put/ton)

Latest news

Related news