31 C
Semarang
Minggu, 16 Mei 2021

Relokasi Warga Dinar Indah Masih Terganjal

SEMARANGHarapan 44 kepala keluarga (KK) warga Blok VII RT 6 RW 26 Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Tembalang, yang meminta direlokasi akibat perumahan tersebut kerap terendam banjir, belum memperoleh solusi terbaik. Sejauh ini, Pemkot Semarang masih melakukan proses klarifikasi atas status tanah milik pengembang. Sayangnya, saat ini pimpinan pengembang PT Asri Sejati berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) alias buron oleh pihak kepolisian.

”Kami masih menunggu hasil klarifikasi Pemkot Semarang ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) tentang status tanah. Apakah memungkinkan direlokasi atau tidak,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, Selasa (31/1).

Dikatakannya, penanganan konstruksi masih diproses oleh pemkot. Tetapi sejauh ini proses tindak lanjut untuk mencarikan solusi terhadap warga Dinar Indah ini masih terganjal sejumlah masalah. ”Kami masih menunggu hasil klarifikasi. Repotnya, status pengembang masih DPO di kepolisian karena bermasalah hukum. Itu tentang gugatan warga,” ujarnya.

Dikatakannya, status tanah yang diwacanakan akan digunakan untuk tempat relokasi tersebut harus diperjelas. Tetapi akan menemui kesulitan karena pengembangnya tidak diketahui keberadaannya.

”Menunggu status tanah, itu kuncinya. Kalau status tanah tidak jelas, ya jelas kesulitan,” ungkapnya.

Ketua RW 26 Perumahan Dinar Indah Meteseh, Winarno, mengatakan, kondisi warga Perumahan Dinar Indah saat ini memprihatinkan. Hampir semua  warga depresi untuk bisa keluar dari masalah ini. Solusi terdekat adalah memanfaatkan lahan tanah kurang lebih seluas 1 hektare milik pengembang. Lokasinya tak jauh dari perumahan setempat.

”Lahan tersebut aman dari banjir, karena lokasinya cukup tinggi. Kami meminta dewan menjembatani agar Pemkot Semarang bisa merelokasi Perumahan Dinar Indah,” harapnya.

Dikatakannya, pihak pengembang sejauh ini tidak menunjukkan sikap tanggung jawab. Bahkan telah lepas kontak. Kantor pemasaran yang berdiri di areal perumahan juga telah tutup. Sedangkan bencana banjir setiap saat mengancam warga Perumahan Dinar Indah. ”Dua penyebab banjir, yakni sistem drainase bermasalah dan akibat luapan Sungai Babon yang terletak di sebelah timur perumahan. Banjir terparah setinggi 1,5 meter,” katanya. (amu/aro/ce1)

Latest news

Related news