Untuk Biaya Hidup, Cuci Pakaian Teman Kos

Kemiskinan Tak Halangi Nur Riwayati Meraih Mimpi Bisa Kuliah

48474
TAK PATAH SEMANGAT: Nur Riwayati yang kini menjadi staf front desk Rektor UNNES. (Adennyar.wycaksono@radarsemarang.com)
TAK PATAH SEMANGAT: Nur Riwayati yang kini menjadi staf front desk Rektor UNNES. (Adennyar.wycaksono@radarsemarang.com)

Kisah hidup Nur Riwayati bisa jadi inspirasi. Ia berasal dari keluarga miskin. Namun semangatnya untuk mengejar cita-cita tak pernah surut. Kini, dia sudah menyandang gelar sarjana ekonomi dan bekerja di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Berikut kisahnya?

ADENNYAR WYCAKSONO

Baca Juga:
Untuk Biaya Hidup, Cuci Pakaian Teman Kos
Sejak SD, Riwa Sudah Jalankan Pekerjaan sang Ayah
Di Sekolah Biasa Dipanggil ”Sinden”

KONDISI rumah orang tua Nur Riwayati di Dusun Trowangi, Desa Tegaron, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang cukup menggambarkan betapa miskinnya keluarga gadis yang akrab disapa Riwa ini. Rumah sederhana itu hanya berdinding kayu dan bambu tua dengan lantai tanah. Di sejumlah dinding harus ditopang bambu, karena bangunan nyaris ambruk dimakan usia. Kondisi dapurnya juga amat sederhana. Untuk memasak menggunakan tungku tanah lihat dengan bahan kayu bakar.

Meski begitu, tak menyurutkan Riwa untuk menuntut ilmu hingga perguruan tinggi. Padahal secara logika, sulit bagi Riwa untuk bisa menikmati bangku perguruan tinggi. Sebab, untuk makan sehari-hari saja susah. Orang tuanya bekerja serabutan. Bahkan Riwa harus ikut membanting tulang agar bisa mendapatkan sesuap nasi.

”Sejak kecil saya sudah membantu orang tua bekerja di sawah untuk bisa makan. Bahkan setiap pulang sekolah, saya harus mencari rumput untuk memberi makan ternak di mana ayah dan ibu saya bekerja,” kenang gadis kelahiran Kabupaten Semarang, 15 Oktober 1993 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.