33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Resahkan Pedagang, Puluhan Anak Punk Diamankan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KAJEN-Puluhan anak punk di Taman Kota Bebekan Kelurahan Kedungwuni Timur, Kabupaten Pekalongan, Senin (30/1) kemarin, diamankan petugas gabungan, Polsek Kedungwuni dan Satuan Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Pekalongan. Menyusul banyaknya laporan warga ke Polres Pekalongan, tentang banyaknya anak punk yang suka membuat onar dan mencuri di area food court dan pedagang kaki lima.

Pengamanan tersebut dilakukan setelah petugas melakukan sweeping mulai dari Taman Kota yang ada di depan SMK Negeri 1 Kedungwuni berhasil menangkap 8 anak punk yang sedang minum minuman keras (miras). Kemudian 12 anak punk lainnya diamankan di area food court dan pedagang kaki lima, di sekitar Taman Kota Gemek.

Melihat beberapa rekan punk ditangkap, puluhan anak punk lain yang ada di tepi taman depan SMA Negeri 1 Kedungwuni, sempat hendak melarikan diri. Namun satu anak punk perempuan yang tertinggal, akhirnya menyerahkan diri ke anggota Polsek Kedungwuni.

Semua anak punk yang berhasil di-sweeping tersebut, dikumpulkan di aula Kantor Kecamatan Kedungwuni. Setelah diperiksa satu persatu, ditemukan puluhan pil dextro kemasan dan beberapa senjata tajam kecil yang dilipat dan dimasukkan ke dalam saku.

Setelah semua anak punk didata oleh Polsek Kedungwuni, mereka diberikan hukuman untuk membersihkan taman dan dilarang melakukan perbuatan onar, serta mengganggu pengunjung dan para pedagang kaki lima.

Pengurus Paguyuban Pedagang Kaki Lima Taman Gemek, Abdillah, mengungkapkan bahwa keberadaan anak punk di Taman Kota Gemek sangat mengganggu pengunjung taman dan para pedagang. Karena anak punk sering memintai uang kepada pengunjung taman serta mengemis pada pedagang kaki lima.

Menurutnya setiap kali mereka diusir, selalu melawan dan memanggil teman-teman punk lainnya. Sehingga tidak sedikit pengunjung yang takut dan tidak nyaman, ketika berada di Taman Kota Gemek.

“Saya maunya anak punk tidak ada di taman. Selain mengganggu pedagang, banyak pengunjung yang takut datang ke taman, sehingga dagangan jadi sepi. Mereka harus diberi hukuman agar ada efek jeranya, jangan hanya didata kemudian dilepas,” ungkap Abdillah.

Sementara itu, Kasubag Huma Polres Pekalongan, AKP Aries Tri Hartanto, menegaskan bahwa Polsek Kedungwuni bersama Satpol PP Kabupaten Pekalongan, telah melakukan sweeping terhadap anak punk di Taman Kota Gemek Kelurahan Kedungwuni Timur dan berhasil mengamankan 21 anak punk dari beberapa daerah.

“Dari hasil pemeriksan terhadap puluhan anak punk, banyak senjata tajam yang mereka bawa. Setelah didata dan membuat surat pernyataan, mereka kami bina untuk tidak mengganggu masyarakat. Namun, jika di kemudian hari ada laporan serupa, mereka akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” jelas AKP Aries Tri Hartanto. (thd/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

AHM Perkuat Pendidikan Vokasi Industri

SEMARANG – PT Astra Honda Motor (AHM) melanjutkan penguatan pendidikan vokasi industri melalui kerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Yaitu dengan mengembangkan Sekolah Menengah...

Ricuh, Eksekusi Lahan Proyek Tol

KENDAL — Pelaksanaan eksekusi terhadap 98 bidang tanah di Desa Wungurejo dan Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kendal oleh juru sita Pengadilan Negeri (PN) Kendal berlangsung...

TNI Siap Amankan 64.171 TPS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - TNI siap mengamankan seluruh tahapan dalam Pilkada serentak tahun ini. Termasuk mengamankan sebanyak 64.171 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di...

Tiap Desa Wajib Kumandangkan Lagu Indonesia Raya

KENDAL—Bupati Kendal Mirna Annisa membuat terobosan baru untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Yakni dengan  mewajibkan seluruh desa dan kelurahan untuk memutar...

Pekerja Migran Harus Miliki Skill Mumpuni

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Tingginya persaingan dunia kerja di luar negeri menyebabkan para calon pekerja migran Indonesia (CPMI) formal dituntut memiliki skill yang mumpuni agar mampu merebut peluang...

Video Upin-Ipin Jawa Tingkatkan Menulis Pengalaman

RADARSEMARANG.COM - Dalam mengajarkan menulis pengalaman pribadi, guru sering mendapat kesulitan di dalam kelas. Misalnya siswa kurang tertarik dengan pembelajaran yang hanya mengurutkan buku...