31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Mualipi dan Mheny Melawan

SEMARANG – Dua binaragawan Jateng masing-masing Mualipi dan Mheny memutuskan mengirimkan surat sanggahan ke PB PON dan Kemenpora terkait surat  PB PON. Peraih medali emas dan perak PON XIX/Jabar ini membantah telah menggunakan doping pada ajang multievent olahraga tersebut, September 2016 lalu.

Menurut Kabid Binpres Pengprov PABBSI Jateng Hadi, keduanya sudah bertemu dan berkonsultasi dengan bidang hukum Pengprov PABBSI Jateng Broto Hastono guna membahas surat PB PON kepada keduanya. ”Keduanya membantah, karena selama ini tak pernah mengonsumsi doping dan hanya meminum suplemen biasa yang digunakan untuk latihan. Mereka juga mempertanyakan salinan atau bukti hasil pemeriksaan  dari badan antidoping yang tidak dilampirkan pada surat PB PON. Hari ini (kemarin, Red) surat sanggahan dikirim ke PB PON dan Kemenpora dengan tembusan PB PABBSI dan KONI Pusat,” kata Hadi.

Ditambahkan Hadi, pengprov sendiri juga mengirimkan surat susulan kepada PB PON untuk mendukung surat pribadi dari kedua atlet peraih medali emas di kelas 60 kg dan perak di kelas 75 kg tersebut. ”Inti surat juga menyanggah dan meminta klarifikasi adanya kejanggalan-kejanggalan surat yang diterima atlet. KONI Jabar sendiri pun yang empat atletnya tersangkut doping, sudah melayangkan surat keberatan kepada PB PON.  Kalau realitasnya seperti itu, pemeriksaan doping pun layak dipertanyakan,” tambah  pengurus KONI Jateng itu.

Ditambahkan Hadi, dalam surat yang ditujukan kepada kedua atletnya, keduanya dinyatakan positif doping karena dari hasil pemeriksaan  sampel darahnya ditemukan zat 3-OH-Stanuzola dan 16-b-Stanuzola. ”Kalau kami perhatikan, binaragawan yang dinyatakan positif doping ditemukan zat yang sama. Ini kan aneh. Masak masing-masing atlet memiliki zat yang sama. Apalagi ini tanpa dilampiri pengesahan dari badan doping yang berwenang dan tak diketahui PB PABBSI sebagai organisasi yang menaungi cabang binaraga,” tanyanya.

Jika ditelusuri lebih detil, katanya, surat yang ditujukan kepada Mheni terhadap kesalahan yang dianggapnya fatal. Pasalnya, Mheni disebutkan adalah peraih medali emas, dan diminta mengembalikan medalinya karena positif doping. ”Suratnya saja cacat secara hukum karena isinya salah,” pungkasnya. (bas/smu)

Latest news

Related news