31 C
Semarang
Senin, 10 Mei 2021

Jalur Pantura Dipenuh Lubang

KENDAL—Hujan yang mengguyur Kendal beberapa hari ini, mengakibatkan jalan di Jalur Pantura berlubang. Para Pengguna jalan terutama pengendara roda dua diminta waspada dan berhati-hati. Sebab lubang yang lebar bisa mengakibatkan kendaraan roda dua rawan tergelincir dan jatuh.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, jalan berlubang mulai di Jalan Arteri Soekarno-Hatta. Terutama pada jalan-jalan yang belum dibeton. Lubang-lubang jalan dengan berbagai ukuran tersebut, akibat intensitas curah hujan yang tinggi dan kendaraan dengan tonase berlebih mengakibatkan aspal tergerus.

Lubang mulai tampak dari sisi timur, yakni Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Kendal, Cepiring, Gemuh hingga Weleri. Jumlah ukuran kecil sampai besar jumlahnya sudah tak terhitung oleh jari. Kondisi tersebut tak pelak menuai banyak keluhan dari para pengguna jalan. Terutama pengendara roda dua yang banyak dirugikan dengan adanya banyak lubang jalan tersebut.

Seperti diungkap Suratno, 45, warga Patebon. Ia mengaku sempat akan terjatuh saat melintas di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kota Kendal. Banyak lubang dan bekas tambalan jalan yang akhirnya berlubang kembali. “Harus ekstra hati-hati, karena jalur pantura banyak dilalui kendaraan berat dan bus besar. Meleng sedikit, bisa hilang nyawa, karena lubang jalan bisa membuat pengendara roda dua tergelincir,” keluhnya, Senin (30/1) kemarin.

Lubang jalan menurutnya paling banyak di Kelurahan Ketabang, baik dari yang ke arah timur atau sebaliknya yang ke barat. Mulai dari timur Polres sampai lampu merah pertigaan Ketapang. “Terutama malam hari, pengendara roda dua harus mengurangi kecepatan jika melalui jalur tersebut,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Wahyudi, warga Brangsong. Ia mengaku memang jalur Ketapang banyak lubang yang membahayakan. “Jika tidak segera ditambal, tidak menutup kemungkinan akan memakan korban,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kendal Mirna Annisa mengaku jika jalur pantura merupakan jalur nasional. Sehingga kewenangannya ada pada pemerintah pusat. Namun, ia segera berkoordinasi dan mengusulkan perbaikan melalui Pemprov Jateng. “Nanti biar pemprov yang mengusulkan ke Pemerintah Pusat,” tandasnya.

Ia berharap, perbaikan jalan tidak hanya tambal sulam saja. Tapi bisa menyusul jalan-jalan serupa di pantura yang sudah mulai dilakukan betonisasi.  “Sehingga Kendal ini jalannya bisa mulus seluruhnya,” tandasnya.

Kanit Laka Satlantas Polres Kendal, Iptu Agus Supriyadi bersama petugas dari Bina Marga Provinsi Jateng, melakukan  penambalan lubang sepanjang lima kilometer, mulai dari perbatasan Kendal-Batang hingga Kendal-Semarang. Untuk sementara di prioritaskan pada jalan yang berlubang agar tidak membahayakan pengguna jalan.

“Kami hanya mendampingi petugas Bina Marga Jateng yang sedang menutup lubang jalan. Sehingga pekerjaan tidak sampai mengganggu para pengguna jalan,” paparnya.

Pengawas penambalan jalan, Riski menambahkan untuk penambalan jalan, prioritas pada jalan yang berlubang. Penambalan akan dilakukan di sepanjang  jalur pantura Kendal yang berlubang. “Kami prioritas jalan yang berlubang,  ada empat titik yakni di Kaliwungu, Kendal, Cepiring dan Weleri,” kata  Riski. (bud/ida)

Latest news

Related news