31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Diterjang Banjir, Rumah Warga Rusak Parah

UNGARAN–Banjir bandang yang menerjang di Kelurahan Bandarjo, menyebabkan belasan rumah rusak parah. Terutama bangunan rumah di Perumahan Suwakul Indah Bandarjo. Lokasi perumahan persis berada di bibir jalur Sungai Kaligarang, sehingga beberapa tembok bagian belakang rumah ambrol.

Dari keterangan warga setempat, banjir terjadi Minggu malam (29/1) kemarin. Derasnya hujan menjadikan debit air Sungai Kaligarang menjadi tinggi. Akibatnya air juga meluap hingga ke permukiman warga. “Air setinggi lebih dari satu meter. Rumah yang letaknya persis dengan bibir sungai, bagian belakangnya banyak yang rusak,” ujar warga Perum Suwakul Indah RT 7 RW 8 Kelurahan Bandarjo, Yoyok, 37, Senin (30/1) kemarin.

Pantauan di lapangan, rumah yang berada di bibir Sungai Kaligarang, mengalami kerusakan yang meliputi jebolnya pagar rumah bagian belakang dan pintu rumah karena diterjang air bah dari sungai Kaligarang.

Menurut Yoyok, kejadian tersebut bukan kali ini terjadi. Perumahan tersebut sudah langganan banjir apabila debit air Sungai Kaligarang tinggi. Lokasi perumahan yang berada di lembah dan hanya berjarak 3 meter dari bibir sungai menjadi penyebab mudahnya air Sungai Kaligarang masuk ke area perumahan. “Kami masih melakukan gotongroyong memperbaiki pagar rumah bagian belakang,” katanya.

Selain bangunan rumah, beberapa perabotan rumah milik warga setempat juga banyak yang rusak. Terutama peralatan elektronik. “Kulkas, televisi rusak karena terendam air. Listrik juga baru menyala, setelah semuanya kering,” katanya.

Warga setempat belum bisa menaksir total kerugian akibat terjadinya banjir tersebut. Dikatakan Yoyok, setiap hujan datang, warga di perumahan was-was jika Sungai Kaligarang meluap. Beberapa warga lebih memilih mengungsi ke rumah tetangga yang letaknya lebih tinggi dan jauh dari bibir sungai Kaligarang. “Ada yang mengungsi,ada pula yang tetap nekad tinggal di rumah,” ujarnya.

Yoyok sendiri sudah setahun lebih menempati perumahan tersebut. “Semenjak saya disini, sudah puluhan kali banjir. Namun banjir kali ini memang paling parah,” katanya.

Warga lain, Sunyoto, 40, mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut kepada pihak pengembang perumahan. Warga khawatir, jika hal tersebut tidak segera mendapat penanganan, terjadi banjir susulan. “Apalagi saat ini hujan terus mengguyur Kabupaten Semarang. Dan pastinya debit air pun akan tinggi pula. Bagaimana kalau terjadi banjir lagi?” katanya. (ewb/ida)

Latest news

Related news