31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Hendi Beri Santunan Nelayan Rp 160 Juta

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap seluruh nelayan mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi. Data yang dihimpun dari Dinas Perikanan Kota Semarang menyebutkan dari total sebanyak 1.522 nelayan yang ada di Kota Semarang, baru sekitar 422 nelayan yang mendaftarkan diri menjadi peserta asuransi.

Wali kota berharap adanya sosialisasi dari tokoh masyarakat yang ada di Tambak Mulyo terkait adanya bantuan asuransi bagi para nelayan ini. ”Kuncinya adalah kompak dan saling percaya. Ketika sudah disosialisasikan maka akan terdapat banyak program-program yang dapat dirasakan manfaatnya,” terang Hendi, sapaan akrab wali kota saat memberikan bantuan asuransi kepada salah satu nelayan yang meninggal sebulan lalu di Kelurahan Tanjung Mas, Senin (30/1).

Asuransi tersebut diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan bagi nelayan kecil di seluruh Indonesia untuk menyejahterakan nelayan kecil. Adalah Abdul Hadi, 54, salah satu nelayan yang bermukim di Kampung Tambak Mulyo RT 2 RW 15 Kelurahan Tanjung Mas yang meninggal akibat serangan jantung. Zaidun, 50, istri almarhum mengungkapkan bahwa usai berlayar sebulan lalu, suaminya mengeluh sesak napas yang kemudian meninggal dan diketahui mendapat serangan jantung. ”Uang ini sudah di transfer ke rekening saya. Alhamdulilah bisa untuk membayar sekolah anak kami dan tambahan modal sepeninggal suami saya,” tutur ahli waris Abdul Hadi tersebut.

Asuransi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada korban meninggal baik karena sakit maupun kecelakaan sebesar Rp 160 juta, sedangkan untuk korban kecelakaan diberikan asuransi sebesar Rp 200 juta, preminya dibayarkan oleh Pemerintah Pusat.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada saat penyerahan asuransi kepada ahli waris, menyebutkan bahwa ini merupakan bukti komitmen dari pemerintah untuk bisa mengangkat masyarakat kecil khususnya para nelayan. ”Ini sudah dibuktikan dengan adanya salah satu nelayan yang meninggal kemudian memperoleh asuransi. Apalagi para nelayan tidak perlu membayar premi,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Perikanan I Gusti Made Agung mengatakan bahwa nelayan yang belum terdaftar diharapkan dapat segera menghubungi Dinas Perikanan di Gedung Pandanaran Semarang. Pihaknya berjanji akan segera memverifikasi nelayan yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi. ”Harapannya semuanya bisa masuk karena asuransi ini penting untuk kelangsungan hidup para nelayan dan keluarganya,” tuturnya. (zal/ce1)

Latest news

Related news