31 C
Semarang
Minggu, 16 Mei 2021

Tak Ingin Muspro, Fajar Gandeng Pedagang

WONODRI – Tidak ingin revitalisasi pasar tradisional muspro alias tidak berfungsi karena pedagang enggan menempati bangunan baru, Dinas Perdagangan Kota Semarang, mulai menggelar sosialisasi pembangunan kepada pedagang jauh-jauh hari dan meminta masukan pedagang. Seperti rencana pembangunan Pasar Wonodri pada 2019 mendatang.

Kemarin, Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto menggelar sosialisasi kepada pedagang Pasar Wonodri.  Saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk Pasar Wonodri. Direncanakan, pasar tersebut akan dibangun berlantai dua. Hal itu untuk menangani kondisi saat ini karena melubernya pedagang hingga berjualan di tepi jalan. Selain membuat pemandangan semrawut, kondisi ini mengganggu arus lalu lintas hingga menyebabkan kemacetan.

”Kami siapkan DED untuk Pasar Wonodri. Anggarannya Rp 50 juta dari anggaran perubahan 2017. Begitu anggaran perubahan selesai, kami akan tahu kajian awal terkait berapa anggaran yang harus dibutuhkan. Diperkirakan akan kami ajukan di atas Rp 8 miliar di anggaran murni 2018,” kata Fajar Purwoto, Senin (30/1).

Ditargetkan, Pasar Wonodri bisa mulai dibangun pada 2019. Disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi saat ini, kata Fajar, pasar tradisional ini akan dibangun berlantai dua. Sehingga hal itu bisa menampung para pedagang yang saat ini meluber di tepi jalan. ”Kami juga akan melibatkan beberapa pihak dalam pembuatan DED. Baik Paguyuban Pedagang Jasa dan Pasar (PPJP), pedagang, dan tokoh setempat. Sehingga pembangunan ini diharapkan sesuai dengan kebutuhan pedagang,” katanya.

Pihaknya berharap, pembangunan pasar baru yang bertujuan untuk melakukan penataan ini tidak memunculkan masalah di kemudian hari. Pihaknya juga tidak menginginkan adanya swadaya lagi membuat dropbox. ”Seperti Pasar Peterongan, nanti pedagang tinggal masuk,” katanya.

Ketua Paguyuban Pedagang Jasa dan Pasar (PPJP) Wonodri, Yudi Dimas Sayuto, mengatakan, pihaknya mendukung pembangunan revitalisasi Pasar Wonodri. Sebab, sejauh ini kondisinya sudah tidak layak. ”Kami berharap, pembangunan pasar baru akan membuat kondisi lebih tertata. Termasuk semua pedagang bisa terakomodasi di dalam pasar baru,” katanya.

Yudi juga meminta agar bangunan baru disediakan fasilitas kamar mandi, musala, dan tempat parkir yang memadai. Sehingga bisa membuat pasar lebih kondusif. Hal yang tak kalah penting, saat ini adalah pendataan ulang pedagang. ”Kami meminta agar dilakukan pendataan ulang, diprioritaskan mulai pedagang lama. Sebab saat ini banyak pedagang baru yang berjualan di tepi jalan,” katanya. (amu/zal/ce1)

Latest news

Related news