31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Imlek, Hotel Kebanjiran Tamu

SEMARANG – Tamu hotel di Semarang mengalami peningkatan yang signifikan selama perayaan Imlek, kemarin. Okupansinya bahkan mencapai di atas 80 persen. Pada hari-hari biasa tingkat hunian hotel hanya mencapai 60 persen.

Public Relations Executive Hotel Horison, Mytha Adelia mengatakan, Semarang termasuk salah satu kota dengan komunitas Tionghoa yang cukup besar. Tak sedikit tamu dari luar kota yang berkunjung untuk merayakan maupun menyaksikan berbagai acara yang digelar menyambut perayaan tersebut. “Kami tidak menyangka akan seramai ini. Tiba-tiba H-2 perayaan Imlek, tamu terus berdatangan,” ujarnya.

Saat Imlek, hotel yang berada di kawasan Simpanglima ini juga menggelar sejumlah acara. Di antaranya makan malam spesial dengan menu-menu ala Tiongkok, menghadirkan kesenian Barongsai dengan latar dekorasi yang juga kental dengan nuansa Tiongkok.

Hal serupa juga dialami oleh Hotel Dafam Semarang. Dekati perayaan Imlek, hotel mulai kebanjiran tamu. Okupansi terus meningkat, bahkan pesanan tiga hari sebelum hingga hari H telah mencapai lebih dari 80 persen. “Dari tahun-tahun sebelumnya saat perayaan Imlek, okupansi memang meningkat. Imlek kali ini juga bertepat dengan weekend sehingga okupansi juga makin tinggi,” kata Marketing Communication & Grapich Design Hotel Dafam Semarang, Ari Gunarso.

Tingginya okupansi ini juga diimbangi dengan berbagai acara yang digelar. Di antaranya, penampilan istimewa tarian Barongsai dan Liong serta dinner set spesial menu-menu Chinese Food. “Selama dinner tamu dihibur dengan life music dan magician,” ujarnya.

Seperti halnya momen-momen istimewa lain, pada Imlek kali ini Dafam Hotel Semarang juga menyajikan welcome cookies yang istimewa bagi para tamu yang menginap. Di antaranya mochi dan mooncake. “Dekorasi bernuansa Imlek pun kami tata sedemikian rupa, sehingga tamu bisa benar-benar menikmati momen ini,” jelasnya. (dna/smu)

Latest news

Related news