31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Semarang Masih Mengarah ke Smart City

SEMARANG – Edukasi dan sosialisasi kepada warga yang masih gagap teknologi (gaptek) harus digencarkan Pemkot Semarang agar warganya mampu mengimbangi program smart city. Saat ini, Kota Semarang masih memasuki tahap awal menuju smart city. Ada 4 hal yang harus dipenuhi, mulai dari sumber daya manusianya (SDM) hingga infrastruktur pendukungnya. Hal tersebut diungkapkan Pakar Tata Kota dari Universitas Diponegoro (Undip) Prof Bambang Setyoko.

Menurutnya, masih banyak kriteria yang harus dipenuhi untuk mewujudkan smart city. ”Banyak kota-kota di Indonesia mulai mengarah ke smart city, saat ini yang banyak dipakai studi banding adalah Kota Bandung,” terangnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kantornya Gedung Program Doktor Arsitektur Undip, Senin (30/1).

Dijelaskan, empat hal yang harus dipersiapkan untuk menjadi smart city. Pertama, kesiapan SDM, baik penduduk maupun stakeholder dan pegawainya. Kedua, regulasinya, apakah sudah mengarah ke konsep-kosenp smart city. Ketiga, teknologinya, apakah memadai untuk diarahkan ke smart city.

”Misalnya masih menggunakan jaringan 2G, padahal saat ini sudah masanya 4G. Kemudian yang keempat infrastrukturnya. Jadi, empat itu yang harus dipersiapkan untuk menjadi smart city,” tandasnya.

Tidak berhenti pada 4 hal tersebut, namun ada 8 aspek yang juga harus diperhatikan. Yakni, Smart Government, yang bisa memberikan pelayanan cepat, nyaman dan aman. Sehingga tidak terjadi komunikasi manual yang dalapat memicu terjadinya pungutan liar (pungli). ”Sekarang lebih banyak menggunakan IT, semua bisa terukur jelas. Jadi, tidak mungkin ada pungli. Kalau manual bisa dipermainkan, sementara digital tidak bisa,” ujarnya.

Kemudian, Smart Infrastructure, dicontohkan mantan Dekan Fakultas Teknik ini, dalam pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) harus menggunakan IT atau online. Dengan begitu, warga yang mengurus tidak perlu berkali-kali datang atau antre di kantor pelayanan. ”Apakah software yang berkaitan dengan itu sudah dipersiapkan? Misalnya, ketika membayar PBB, mengurus IMB, apakah teknologinya sudah memadai. Kalau semua itu belum dilakukan, berarti belum menggambarkan smart city,” katanya.

Kota smart itu, lanjut Bambang, merupakan kota yang efisien. Mobilitas penduduk mudah, pelayanan murah, nyaman, aman. Dicontohkan Trans Jakarta, keberangkatan dan kedatangan sudah sesuai schedule. ”Kapan harus naik dan sampai tujuan jam berapa di sana (Jakarta) sudah ada schedule-nya. Di sini BRT apakah sudah seperti itu? Dan apakah sudah menjangkau (rute) ke seluruh lokasi di Semarang?” bebernya.

Kemudian kriteria lainnya Smart Health Care yang terhubung dengan sistem online untuk mengetahui ketersediaan kamar di rumah sakit. Termasuk smart energy, sebuah smart city mampu memanfaatkan limbah menjadi sumber energi. Kemudian traffic light  menggunakan solar cell. ”Sebuah bangunan juga harus smart building. Efisien dalam menggunakan energi dan tidak mengeluarkan dampak lingkungan yang besar. Misalnya hotel sudah tidak lagi mengambil air tanah untuk kebutuhan,” ujarnya.

Terakhir, Smart Citizen, pastikan warga bisa menggunakan fasilitas-fasilitas layanan berbasis IT. Pemkot harus bisa mendorong warganya untuk menggunakan fasilitas-fasilitas yang menggunakan IT. Warga harus ’dipaksa’ memahami kemajuan teknologi dalam pelayanan.

”Harusnya ada tahap edukasi dan sosialisasi. Harus dipaksa menggunakan teknologi. Jangan sampai kembali dilayani secara manual, karena belum paham teknologi. Karena itu sebuah kemunduran dan dapat memicu pungli,” katanya.

”Memang tidak semudah membalikkan tangan, tapi butuh SDM yang memang bisa mengedukasi. Misalnya di dekat mesin (sebuah pelayanan) ditempatkan orang untuk mengedukasi warga yang ingin mengakses layanan tersebut,” imbuhnya.

”Dari 8 itu, apakah sudah dilakukan Pemkot Semarang. Saya rasa Semarang ini masih dalam tahap awal menuju smart city. Belum bisa memenuhi secara ideal kriteria smart city. Tapi, Semarang sudah mengarah ke sana, patut dihargai. Dan yang penting lagi kepala daerahnya juga harus paham IT,” tandasnya. (zal/aro/ce1)

Latest news

Related news